Kamis, 27 April 2017

NDEREK MANGAYUBAGYO PAROKI WONOSARI

83 th sudah Paroki St Petrus Kanisius Wonosari berdiri......sudah banyak perjalanan jatuh bangun yang dialami. Semoga Paroki kami senantiasa diberkati oleh Tuhan Yesus Sang Juru Selamat Sejati. Semoga semakin bertumbuh dalam iman dan kasih.πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ™πŸ™πŸ™

Minggu, 02 April 2017

JADWAL MISA PEKAN SUCI 2017

JADWAL PERAYAAN EKARISTI PEKAN SUCI 2017
PAROKI ST PETRUS KANISIUS WONOSARI


NO
HARI/TGL
JAM
TEMPAT
PASTOR
BAHASA
1
SABTU,
8/04/2017
(Sabtu Palma)
16.30
Gereja Wonosari
M Irwan Susiananta, SJ
Jawa
16.00
Kapel Singkil
R Sapto Nugroho, Pr
Indonesia
16.30
Kapel Baris
MC Sapto Margono, Pr
Indonesia
2
MINGGU,
9/04/2017
(Minggu Palma)
07.00
Gereja Wonosari
M Irwan Susiananta, SJ
Jawa
08.00
Kapel ......
R Sapto Nugroho, Pr
Indonesia
08.00
Kapel ......
MC Sapto Margono,Pr
Indonesia
08.00
Kapel Pulutan
Azis Murdopo,SJ
Indonesia
08.00
Kapel Jati
B Agus Rukiyanto,SJ
Indonesia




3
KAMIS,
13/04/2017
(Kamis Putih)
16.30
Gereja Wonosari
B Agus Rukiyanto,SJ
Jawa
19.00
Gereja Wonosari
Indra Sanjaya, Pr
Indonesia
17.00
Kapel Semanu
Paul Suparno, SJ
Indonesia
17.00
Kapel Ngeposari
R Sapto Nugroho, Pr
Indonesia
17.00
Kapel Pulutan
M Irwan Susiananta , SJ
Indonesia




17.00
Kapel Jati
MC Sapto Margono,Pr 
      Indonesia








4
JUMAT,
14/04/2017
(Jumat Agung)
15.00
Gereja Wonosari
Paul Suparno, SJ
Jawa
15.00
Kapel Semanu
 M Irwan Susiananta, SJ
Indonesia
15.00
Kapel Ngeposari
B Agus Rukiyanto,SJ
Indonesia
15.00
Kapel Pulutan
MC Sapto Margono, Pr
Jawa




15.00
Kapel Jati
R Sapto Nugroho, Pr
Jawa
15.00



15.00



5
SABTU,
15/04/2017
(Virgili Paskah)
17.30
Gereja Wonosari
M Irwan Susiananta, SJ
Jawa
21.00
Gereja Wonosari
MC Sapto Margono, Pr
Indonesia
18.00
Kapel Semanu
Indra Sanjaya, Pr
Indonesia
18.00
Kapel Ngeposari
Paul Suparno, SJ
Jawa
18.00
Kapel Pulutan
R Sapto Nugroho, Pr
Jawa
18.00


Indonesia
18.00
Kapel Jati
B Agus Rukiyanta, SJ
Jawa
18.00



6
MINGGU,
16/04/2017
(Paskah)
08.00
Gereja Wonosari
R Sapto Nugroho , Pr
Indonesia
08.00
Kapel  Semanu
MC Sapto Margono, Pr
Indonesia
Catatan utk umat Wonosari menyambut Pekan Suci 2017:

1. Para petugas liturgi di wajibkan mengikuti GLADI BERSIH Pekan Suci 2017( sesuai jadwal)

2. Umat yg mengikuti Ekaristi Minggu Palma 9 April 2017; di mohon mengikuti upacara prosesi arak- arakan dari Balai Desa Baleharjo.

3. Informasi untuk  Tempat parkir kendaraan umat selama pekan suci:
- Roda 2: di dalam kompleks halaman SMP/SD Kanisius
- Roda 4: di pinggir jalan sepanjang jln. Mgr. Sugiyopranoto; di halaman Polres GK; kompleks Kejaksaan; di halaman Lembaga Pemasyarakatan Wonosari
- Area lap.upacara SMP Kanisius di kosongkan
- Dana parkir untuk roda 4 yg berada di sepanjang jln protokol bisa di berikan di awal kpd petugas parkir (sukarela).

4. Untuk mendukung keamanan Pekan Suci 2017; umat yg membawa anak kecil mohon membawa bekal yg sewajarnya/ jgn membawa tas dgn ukuran besar dan berlebihan.

5) Misa Kamis Putih 2 dan Misa Vigili Paskah ke 2 umat dimohon membawa Puji Syukur.





Jumat, 31 Maret 2017

ASAL USUL DOA SALAM MARIA



Doa ‘Salam Maria’ adalah doa yang dikenal sebagai doa penghormatan Gereja kepada Bunda Maria. Berikut ini adalah sekilas asal usul doa Salam Maria, yang mengambil sumber utama dari link ini, silakan klik: http://www.newadvent.org/cathen/07110b.htm

Umumnya doa ini dijabarkan sebagai doa yang terdiri dari tiga bagian:
1) “Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu…..” merupakan kutipan perkataan Malaikat Gabriel ketika mengunjungi Perawan Maria (lih. Luk 1:28).
2) “Terpujilah Engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu (Yesus)”, diambil dari salam Elisabet kepada Perawan Maria ketika Maria datang mengunjunginya (lih. Luk 1:42)
3) “Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin”, dinyatakan oleh Katekismus Konsili Trente, sebagai doa yang disusun oleh Gereja. Katekismus tersebut menyatakan, “Adalah sangat tepat, bahwa Gereja Tuhan yang kudus menambahkan kepada ucapan syukur ini, permohonan kepada Bunda Allah yang kudus untuk mendoakan kita, dan dengan demikian supaya kita memohon bantuan kepadanya agar oleh doa-doa syafaatnya, ia mengusahakan persahabatan antara Allah dan kita manusia, dan memperoleh bagi kita, berkat yang kita butuhkan untuk hidup sekarang ini dan untuk hidup yang tidak berkesudahan.”

Namun walaupun bagian ketiga ini dikatakan sebagai ‘doa Gereja’ oleh Katekismus Konsili Trente di abad ke-16, permohonan Gereja terhadap bantuan/ perlindungan Bunda Maria, itu bukan baru muncul di abad ke-16. Doa Gereja di abad awal, yang dikenal dengan doa Sub Tuum Praesidium, berbunyi, “Di bawah belas kasihanmu kami berlindung, O Bunda Tuhan. Jangan menolak permohonan kami dalam kesesakan, tetapi bebaskanlah kami dari mara bahaya, [o engkau] yang suci dan terberkati.” (Sub Tuum Praesidium, dari Rylands Papyrus, Mesir, abad ke- 2 atau 3).

Memang, penyusunan doa Salam Maria ini memiliki kisahnya tersendiri. Kata, “Salam Maria, penuh rahmat” (Ave Maria, gratia plena) itu mengacu kepada Kitab Suci terjemahan Vulgata, yang menerjemahkan secara literal, kata Yunani, chaire kecharitomene, yang sekilas sudah pernah dibahas di sini, silakan klik. Kata, “Salam Maria, penuh rahmat” ini telah dipergunakan oleh para Bapa Gereja sebagai ungkapan penghormatan kepada Bunda Maria. Di abad ke-7, St. Gregorius telah memasukkan ungkapan doa “Salam Maria” ini dalam Liber Antiphonarious, sebagai frasa dalam doa persembahan, dalam teks Misa Minggu keempat Masa Adven. Seabad kemudian, frasa “Salam Maria” ini tercatat sebagai bagian dalam tulisan pengajaran St. Andreas dari Kreta dan St. Yohanes Damaskinus (abad ke 8).

Namun demikian, “Salam Maria” sebagai rumusan doa devosi belum jelas ditemukan sebelum tahun 1050. Dua buah manuskrip tua Anglo-Saxon di British Museum, yang salah satunya berasal dari tahun 1030, menunjukkan bahwa kata, “Salam Maria…. terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu” itu tertulis berulang-ulang dalam sebuah doa penghormatan kepada Bunda Maria.

Tahun 1184, Uskup Agung Canterbury, Abbot Baldwin, menulis:
“Terhadap salam dari Malaikat ini, yang dengannya kita setiap hari menyapa Sang Perawan yang Terberkati dengan devosi sedemikian, kita biasa menambahkan, “dan terpujilah buah tubuhmu,” yang dikatakan oleh Elisabet kemudian, setelah mendengar salam dari Maria, seolah melengkapi perkataan dari malaikat itu, dengan berkata: “Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu.”

Tahun 1196, dekrit sinoda dari Eudes de Sully, Uskup Paris, mengajarkan kepada para klerus, “Salam kepada Perawan Maria” ini sebagai rumusan doa yang telah dikenal di keuskupannya, sebagaimana doa resmi lainnya, seperti doa Bapa Kami dan Aku Percaya. Sejak saat itu, doa Salam Maria ini diperkenalkan dan dianjurkan kepada umat beriman, dimulai dari Sinoda di Durham di Inggris, tahun 1217.

Doa Salam Maria ini kemudian dikenal sebagai doa-doa yang umum didoakan oleh para orang kudus (Santo dan Santa), seperti St. Aybert, St. Louis dari Perancis, St. Margaret, St. Dominic dan doa di biara-biara, sebagai doa ungkapan pertobatan. Doa ini umum diulangi, sampai puluhan kali, 50 atau bahkan 150 kali, mengikuti pola pengulangan doa “Kudus, kudus, kudus” yang terus diulangi tanpa putusnya di hadapan tahta Allah yang Maha Tinggi.

Di zaman St. Louis, doa “Salam Maria” berakhir dengan “… terpujilah buah tubuhmu”. Penambahan “Yesus” sesudah frasa itu umumnya dikenal dari abad 15, menurut anjuran Paus Urban IV (1261) dan Paus Yohanes XXII (1316-1344). Teks doa Salam Maria seperti yang kita ketahui sekarang, tercatat sebagai bagian depan salah satu karya Girolamo Savonarola, di tahun 1495. Savonarola adalah seorang biarawan, yang dikenal sebagai reformer ordo Dominikan. Dua tahun sebelumnya, frasa “Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini. Amin,” tercatat dalam Calendar of Shepherds, edisi bahasa Prancis. Namun penerimaan resmi teks doa Salam Maria selengkapnya, meskipun sudah disebutkan dalam Katekismus Konsili Trente, baru akhirnya dinyatakan dalam Roman Breviary tahun 1568.

Sumber:http://www.katolisitas.org/faqs/asal-usul-doa-salam-maria/

✥ Instaurare Omnia in Christo ✥

Minggu, 19 Maret 2017

Mgr Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang yang Baru

Sugeng makaryo Mgr RubiπŸ™πŸ™πŸ™

Sabtu, 18 Maret 2017, Bapa Suci Paus Franciscus telah menunjuk Romo Dr. Robertus Rubiyatmoko sebagai Uskup Agung Semarang. Romo Robertus Rubiyatmoko, Vikaris peradilan serta pembina dari Seminari Tinggi Semarang

Keuskupan Agung Semarang telah tanpa kepala karena Uskup Agung Johannes Pujasumarta meninggal pada tanggal 10 November 2015. Pengangkatan kepausan datang menjelang Asian Youth Day yang sedang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Semarang dari 30 Juli - 9 Agustus ini tahun. "Joyful Youth Asia! Hidup Injil dalam Multikultural Asia," adalah tema dari reli pemuda itu mengambil pusat magang di Yogyakarta.

Uskup terpilih dilahirkan di Sleman, pada tanggal 10 Oktober 1963, dan ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 12 Agustus 1992. Sejak ditahbiskan imam beliau pernah mengemban berbagai tugas, termasuk studi lanjut dalam bidang Hukum Kanonik di Universitas Gregoriana di Roma. Pada saat ini beliau adalah Vikaris.

Di bawah ini adalah perjalanan pelayanan romo Rubiyatmoko:

1992-1993: Asisten Paroki Santa Maria Assumpta Gereja di Pakem

1993-1997: Graduation Hukum Canon dari Pontifical Gregorian University, Roma, Italia.

Sejak tahun 1998: Guru Besar Hukum Canon di Kepausan Fakultas Teologi Wedabhakti di Yogyakarta; Formator di Seminari St. Paulus Yogyakarta

2004-2011: Wakil Presiden Kepausan Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta

Sejak 2011: Vikaris Yudisial Keuskupan Agung Semarang

Maret 2017: Ditahbiskan sebagai Uskup Agung Semarang

Keuskupan Agung Semarang Menyediakan pelayanan pastoral untuk lebih 404.000 umat Katolik dari total populasi 22,8 juta. Ada 98 paroki di mana 399 imam (203 diosesan dan 196 religius) bekerja. Keuskupan Agung Semarang juga memiliki 221 orang religius, 1162 perempuan agama serta 60 frater.
  • Proficiat Romo, Selamat berjuang membawa umat KAS menuju peradaban kasih, dan semoga selalu dalam bimbingan Tuhan. Berkah Dalem πŸ˜‡πŸ˜‡

Artikel dan foto diambil dari berbagai sumber media πŸ™

Jumat, 17 Februari 2017

Misa Lingkungan Paulus Perumahan Rakyat

Dihari kasih sayang 14 Februari 2017, sebagian besar warga Katolik di lingkungan Paulus Perak juga berkumpul bersama untuk ikut bersama-sama merayakan Ekaristi Lingkungan. Ekaristi ini istimewa karena jatuh pada hari Kasih Sayang 14 Februari. Dan yang lebih istimewa karena yang berkumpul lebih banyak daripada biasanya. Lebih dari 100 umat berkumpul bersama dari yang sudah sepuh hingga bayi-bayi mungil ikut dalam perayaan ini. Semoga ini semua bisa menjadi pertanda bahwa lingkungan Paulus semakin guyup dan diberkati. Dalam Misa lingkungan ini sekaligus untuk penerimaan Sakramen Minyak Suci bagi bpk dan ibu C Sugito yang menjadi tuan rumah untuk Misa kali ini. Maturnuwun untuk romo Rosarius Sapto Nugroho Pr yang telah memimpin Misa dengan homili yang mencerahkan. Maturnuwun untuk semua warga Paulus PerakπŸ™πŸ™πŸ™