Minggu, 21 Desember 2014

Sejarah Tahun Masehi

TAHUN MASEHI yang selama ini jadi patokan penanggalan kita pada umumnya. Tiap kali menjelang malam pergantian tahun (Kalender Masehi), milyaran orang di penjuru dunia merayakannya. Pesta perayaan dengan meniup terompet, pesta kembang api, pertunjukan musik, perayaan di hotel-hotel berbintang atau tempat wisata, juga ucapan "Selamat Tahun Baru" atau "Happy New Year" terdengar di mana-mana. Tapi, tak banyak orang yang mengetahui sejarah di balik perayaan tahun baru masehi ini. Apa sebenarnya dasar penentuan perayaan tahun baru. Tahun Masehi sebenarnya berhubungan dengan keyakinan agama Kristen. Masehi adalah nama lain dari Isa Al Masih. Di Indonesia tahun Masehi yang digunakan secara resmi  dan juga dipergunakan secara internasional, istilah Masehi ( bahasa Latin Anno Domini / AD =Tahun Tuhan kita) dan Sebelum Masehi (Before Christ / BC =Sebelum Kristus)mengacu pada Nabi Isa Al-Masih (Yesus Kristus atau dalam bahasa Ibrani= "Mesiah" atau "Mesias" yang artinya "Yang diurapi"). Sistem ini mulai dirancang tahun 525, namun tidak begitu luas digunakan hingga abad ke-11 hingga ke-14. Setelah itu, seluruh negara di dunia mengakui dan menggunakan konvensi ini untuk mempermudah komunikasi.
Kalender Masehi  adalah sebutan untuk penanggalan atau penomoran tahun yang digunakan pada kalender Julian dan Gregorian. Masehi dihitung sejak kelahiran Yesus dari Nazaret , sedangkan sebelum itu disebut Sebelum Masehi atau SM. Perhitungan tanggal dan bulan pada Kalender Julian disempurnakan pada tahun pada tahun 1582 menjadi kalender Gregorian. Dalam bahasa Latin penanggalan ini disebut "Anno Domini" (disingkat AD yang berarti "Tahun Tuhan") yang dipakai luas di dunia. Dalam bahasa Inggris pada zaman modern muncul istilah Common Era yang disingkat "CE" (secara harfiah berarti "Era Umum"), sedangkan waktu sebelum tahun 1 dipakai istilah "Before Christ" (artinya sebelum [kelahiran] Kristus)yang disingkat BC  atau Before Common Era yang disingkat "BCE" (Sebelum Era Umum). Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristen terutama umat Katolik.
Kalender Masehi adalah kalender yang mulai digunakan oleh umat Kristen awal. Mereka berusaha menetapkan tahun kelahiran Yesus atau Isa sebagai tahun permulaan (tahun 1). Namun untuk penghitungan tanggal dan bulan mereka mengambil kalender bangsa Romawi yang disebut kalender Julian — kalender buatan Julius Caesar — (yang tidak akurat) yang telah dipakai sejak 45 SM.
Menurut catatan Encarta Reference Library Premium 2005, orang yang pertama membuat penanggalan kalender Masehi adalah seorang kaisar Romawi yang terkenal bernama Gaisus Julius Caesar. Itu dibuat pada 45 SM, jika menggunakan standar tahun yang dihitung mundur dari kelahiran Yesus. Namun dalam perkembangannya, ada seorang Kristen bernama Dionisius yang kemudian memanfaatkan penemuan kalender Julius Caesar untuk dijadikan sebagai penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus. Dionysius adalah orang yang pertama kali memperkenalkan AD (Anno Domini / the year of the Lord) pada waktu dia membuat kalendar Paskah (Easter). Sistem penanggalan ini menggantikan sistem penanggalan Diocletian, karena Dionysius tidak ingin menggunakan Diocletian, seorang yang menganiaya jemaat Kristen. Dionysius mengatakan bahwa Anno Domini dimulai 754 tahun dari pondasi Roma (A.U.C) atau tahun 1 AD, yaitu tahun dimana Yesus lahir (dalam perhitungan Dionysius). Namun berdasarkan perhitungan para ahli, terutama berdasarkan bukti sejarah dari Josephus, maka perhitungan ini tidaklah benar.
Kemudian Paus Gregory III memoles kalender yang sebelumnya dengan beberapa modifikasi dan kemudian mengukuhkannya sebagai sistem penanggalan yang kemudian dikenal sebagai Kalender Gregorian, yang harus digunakan oleh seluruh Eropa bahkan kini seluruh negara di dunia dan berlaku umum bagi siapa saja. Untuk memperingati hari kelahiran Yesus diadakan perayaan Tahun Baru yang dilakukan setiap awal tahun, yang terus dilestarikan dan menyebar ke Eropa pada abad permulaan Masehi. Seiring berkembangnya agama Kristen, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai suatu perayaan &satu paket dengan hari Natal. Itulah mengapa ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu (Merry Christmas and Happy New Year.
JADI JANGAN LEWATKAN MISA TAHUN BARU DI GEREJA YA……. Beberapa tahun yang lalu saya selalu berpikir apa sih pentingnya Misa Tahun Baru? Baru 3 tahun ini nyadar kalau ini adalah Misa perayaan yang besar karena kita juga merayakan awal tahun Tuhan yang baru dan meminta berkat untuk perjalanan hidup kita setahun mendatang, pada Misa Tahun Baru kemarin(2014) ada hal unik yang coba dilakukan di Paroki Wonosari. Umat diminta untuk menuliskan resolusinya, yang nantinya setelah Misa akan didoakan secara khusus oleh Romo. Semoga Misa Tahun Baru yang akan datang tradisi ini diteruskan . So don’t miss it ya………( ehm…….. omong-omong resolusi tahun baru nanti apa ya?)

Minggu, 14 Desember 2014

WORO-WORO PAROKI 14 DESEMBER 2014


"Jadwal Pengakuan Dosa di Paroki Santo Petrus Kanisius": Kamis dan Jumat 18/19 Desember 2014 mulai pukul 16.00

"Petugas Minggu Depan"
#Jumat 19/12/2014 : FA KEPEK
#Sabtu 20/12/2014 : PAULUS PERAK
#Minggu 21/12/2014: PETRUS KIPAS
#Petugas menghias altar: TARCICIUS

"Jadwal MISA NATAL PAROKI WONOSARI"
1. Misa Sore 24/12/2014 : dimulai pukul 17.00/ BAHASA JAWA
2. Misa Malam 24/12/2014: dimulai pukul 20.00/ BAHASA INDONESIA
3. Misa Pagi 25/12/2014 : dimulai pukul 08.00/ BAHASA INDONESIA

PENGUMUMAN PERNIKAHAN 1
Akan saling menerimakan Sakramen Pernikahan
*Fransiskus Ripto Wahayu Nugroho (lingkungan Yakobus Gedangsari) dengan Verseneranda Ari Widyaningtyas(kuasi Paroki St.Yusuf Bandung Gunungkidul)



Senin, 08 Desember 2014

Riwayat PETRUS KANISIUS

Beberapa minggu terakhir ini homili para romo di Paroki Wonosari selalu menyinggung soal CTM, (Cerdas Tangguh dan Misioner). Dan minggu kemarin Romo Ipeng menyinggung jadi orang katolik itu kalau ditanya harus bisa menjawab bahkan memberi kesaksian. Tidak boleh menjawab sekedarnya apalagi kalau jawabannya....Ya pokoknya begitu. Nah karena itu saya juga pengin menjadi umat yang CTM itu, salah satunya ya kalau ditanya siapa Petrus Kanisius harus bisa menjawabnya, masa jadi umat paroki Petrus Kanisius sekian puluh tahun tapi tidak tahu santo pelindungnya...Ini riwayat singkat yang saya rangkum dari beberapa situs
Petrus Kanisius
Santo Petrus Kanisius atau Peter Kanis (lahir di Nijmegen, Belanda 8 Mei 1521 – meninggal 21 Desember 1597 pada umur 76 tahun) adalah seorang Santo dari ordo Serikat Yesus. . Petrus/Pater adalah putra tertua dari Yakob Kanis atau Kanisius dan ibunya bernama Ægidia van Houweningen.. Ayahnya adalah seorang walikota yang cukup berpengaruh di Nijmegen Belanda.Pada saat ibunya sakit ada pesan terakhirnya pada Yakob Kanis, suaminya: “Tinggalah tetap setia terhadap agamamu. Dan didiklah Peter sebaik-baiknya sebagai putra Katolik…” Karena selalu teringat pesan yang terakhir itu, Peter dididik ayahnya dengan saksama. Peter tergolong anak yang rajin. Maka segera anak itu masuk golongan yang terpandai dikelas. Begitu juga selama Peter bersekolah, teman-temannya suka bergaul dengan si pemberani yang lucu dan juga murid terpandai, Pater putera seorang bangsawan kaya tetapi tidak sombong.

Pada umur 14 tahun, Petrus masuk Universitas Cologne dan mencapai gelar Magister (Master of Arts) pada usia 19 tahun. Ia bercita-cita menjadi seorang ahli di bidang hukum. Untuk itu ia melanjutkan studinya di Universitas Louvain. Tetapi kemudian ia berubah haluan. Ia mulai tertarik dengan kehidupan membiara. Ketertarikannya pada kehidupan membiara ini berkaitan erat dengan cara hidup para pertapa di biara Kartusian yang disaksikannya sendiri selama belajar di Cologne. Karena itu, ia kembali ke Cologne untuk belajar Teologi. Di sana ia mengikuti latihan-latihan rohani Santo Ignatius dari Loyola, yang dipimpin oleh Petrus Faber, seorang imam Yesuit yang saleh. Latihan rohani ini sungguh meresap dalam hatinya sehingga Petrus memutuskan untuk menjadi seorang imam Yesuit juga. Niatnya untuk memasuki biara Kartusia dibatalkannya.
Ketika berumur 22 tahun, Petrus memasuki Serikat Yesus. Di Cologne. Pada tahun 1546, ia ditabhiskan menjadi imam dan segera terkenal sebagai pengkhotbah ulung. Kardinal Otto Truchess von Waldburg, Uskup Augsburg, memilihnya menjadi teolog pribadinya pada Konsili Trente. Dalam konsili itu, Petrus mendapat kesempatan untuk berbicara, baik di Trente maupun di Bologna. Kemudian ia dipanggil ke Roma oleh Santo Ignatius sendiri, dan pada tahun 1548 ia dikirim untuk mengajar retorik di sekolah Yesuit Pertama di Messina, Sisilia.

Sebagai jawaban terhadap permohonan Raja William IV dari Bavaria, yang membutuhkan professor-professor Katolik untuk melawan ajaran-ajaran bidaah, Paus Paulus III (1543-1549) mengirimkan Petrus dan dua orang imam Yesuit lainnya ke Ingolstadt untuk mengajar di sebuah universitas yang ada disana. Pada tahun 1550, setahun setelah Petrus mengucapkan kaul kekal dalam serikat Yesus, Petrus diangkat menjadi rektor Universitas Ingolstadt.
Semasa hidupnya Petrus menyaksikan pergolakan hebat dalam tubuh Gereja oleh munculnya gerakan Reformasi pimpinan Martin Luther. Petrus Kanisius memiliki motto hidup: Jika kamu punya terlalu banyak hal untuk dilakukan, dengan bantuan Tuhan engkau akan dapat waktu untuk melakukan semua hal itu.

Melalui khotbah-khotbah dan katekasenya, ia berhasil membangkitkan lagi semangat hidup keagamaan di kalangan umat di wilayah itu. Pada tahun 1552, atas permohonan Raja Ferdinand I dari Austria, ia pergi ke Vienna untuk menjalankan misi yang sama. Di Vienna, Raja Ferdinand menawarkan kepadanya jabatan uskup Vienna, tetapi selalu di tolaknya. Pada tahun 1554, atas permohonan Paus Yulius III, Ignatius Loyola mengijinkan Petrus menjadi administrator tahkta Suci yang mengalami kekosongan. Pada tahun 1555, Petrus menerbitkan sebuah katekismus yang berisi ajaran-ajaran Gereja Katolik. Katekismus ini disusun bersama Pater Lejay dan didukung penuh oleh Raja Ferdinand. Kemudian ia menyusun lagi dua buku katekismus yang lebih singkat untuk sekolah-sekolah. Kemudian Petrus diangkat sebagai pemimpin serikat untuk sebuah wilayah kerja Yesuit yang meliputi Jerman Selatan, Autria, dan Bohemia. Katekismus itu menjadi pokok yang dipergunakan di seluruh dunia. Jadi yang tersusun oleh Pater Kanisius 350 tahun yang lampau itu, menjadi dasar Katekismus kita yang sekarang juga. Dalam masa kepemimpinannya, ia membuka sebuah kolose di Munich dan Praha dan bertanggungjawab atas pembaharuan sekolah-sekolah di Augsburg. Pada tahun 1562, ia mendirikan sebuah kolose di Insbruck dan mengambil bagian sebagai pembicara dalam Konsili Trente sebagai Teolog KePausan.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai pemimpin serikat, ia mengajar di Universitas Dellingen, Bavaria. Disini ia giat menulis suatu seri buku sebagai tanggapan terhadap sebuah buku yang diterbitkan sekelompok penulis Protestan dari Magdeburg. Karyanya yang terakhir di selesaikan di Frieburg, Switzerland, tempat ia mendirikan sebuah universitas dan membantu membangun sebuah pernerbitan Katolik pada tahun 1580. Pada tahun 1591 ia jatuh sakit tetapi terus menulis hingga kematiannya pada tanggal 21 Desember 1597 di Frieburg. Penghuni kota Friburg berkabung, tapi juga bergembira karena makam Pater Kanisius akan menjadi milik kota Friburg. Pada tahun 1864 Pater Kanisius diberi gelar Beato dan pada tahun 1925 mendapat gelar Santo. Pestanya digelar pada tanggal 27 April. Oleh Sri Paus Pius XI (1922-1939) Petrus dikenal sebagai Pujangga Gereja yang besar dan selalu dikenang .

Senin, 01 Desember 2014

intermezzo

Pernahkah saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus memerima pesan ini:

Pesan Bunda Maria : Pujilah Nama Tuhan Yesus Maka Kamu Akan Dilindungi Aku Maria Bundamu Merasa Sedih Melihat Penderitaan Manusia, Kirim Ke 29 Org Teman Sebelum 3 Hri Jangan Hapus Ditanganmu, Keajaiban Akan Dtg Tanpa Kamu Sadari Jika Diabaikan Dukamu Akan Dtg Sili Berganti ( Rmo Beny) Nyata . Klu Cuma Bsa Brapa Org Semampumu Tak Apa Apa .Tuhan Maha Tahu Kesulitnmu. Terima Kasih.


Bagi saya ini tidak ada keharusan untuk melanjutkan pesan ini. Karena saya lebih percaya akan kemurahan hati Tuhan Yesus tidak akan terhenti hanya karena saya tidak meneruskan pesan ini. Saya lebih percaya kalau Bunda Maria adalah ibu kita yang sangat menyayangi kita anak-anaknya, tanpa syarat apapun, demikian juga dengan Yesus.Tapi kadang-kadang sekedar iseng saya juga meneruskan pesan ini ke beberapa teman. Tapi saya lebih percaya kalau iman dan perbuatan kasih kitalah yang akan bisa menyelamatkan kita.

ADVEN 2014

Kita telah memasuki masa adven 2014, masa ini menjadi masa dan kesempatan khusus mempersiapkan diri menyambut kelahiran Yesus, sumber iman kita. Tema Adven 2014 Keuskupan Agung Semarang adalah Kelahiran Yesus Meningkatkan Kecerdasan, Ketangguhan dan Semangat Misioner dalam Beriman . Tema ini didasarkan pada peristiwa-peristiwa gerejani yangberkaitan dengan iman.
1.TAHUN IMAN, yang ditetapkan oleh Bapa Suci Benediktus XVI tanggal 11 Oktober 2012-24 November 2013.
2.TAHUN FORMATIO IMAN, KAS menjadikantahun 2014 menjadi tahun Formatio Iman. Ini meneruskan gema Tahun Iman, selain juga karena iman tidak akan berkembang dengan baik tanoa pendamoingan secara serius, terprogram,dan berkesinambungan.
3.IMAN YANG CERDAS, TANGGUH DAN MISIONER, Cerdas menyangkut 2 aspek yaitu 1) Kedewasaan dan kematangan dalam pemahaman dan penghayatan tentang imannya sehingga ia bisa mempertanggungjawabkan dengan benar yang melibatkan akal budi, kehendak dan perasaan. 2) Pandai memperhitungkan keadaan dan siap mengatasi tantangan yang ada. Tangguh menyangkut aspek sikap dalam menghadapi pergulatan hidup. Santo Paulus mensharingkan mengapa ia tidak mudah goyah imannya, tidak mudah putus asa dalam segala persoalan dan tetap tegak berdiri dalam iman walaupun godaan dan tantangan terus menerpa. Semua itu karena hidupnya berakar pada Kristus dan dibangun di atas Dia sehingga dalam segala situasi hidupnya tetap di dalam Dia. Misioner menyangkut gerak keluar untuk memberikan kesaksian akan imannya. (panduan Adven 2014 KAS).

Minggu kemarin dalam homilinya, romo Ponco menyinggung tentang lilin Adven. Sebenarnya kalau tentang warna dan arti korona Adven saya sudah tahu. Yang baru dengar ternyata ada cerita tentang lilin-lilin itu dan ternyata lilin tersebut masing-masing memiliki nama. Berikut yang saya rangkum dari beberapa artikel.

ADVEN berasal dari kata Adventus (bahasa latin) yang berarti kedatangan. Masa Adven dapat diartikan masa menantikan kedatangan dimana umat Kristiani mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatangan Tuhan pada hari raya Natal.
Warna ungu adalah warna dasar yang melambangkan pertobatan sebelum “Tuhan datang”. Lambang lain yang ada dalam gereja adalah korona lilin Adven yang berbentuk lingkaran tersusun dari daun-daun cemara yang berwarna hijau dan empat lilin. Pada korona Adven ada 4 lilin dengan jarak yang sama antara satu dengan yang lainnya. Kempat lilin itu memberi arti pada 4 minggu dalam masa Adven. Satu per satu pada setiap awal pekan lilin itu dinyalakan sebagai lambang makin memuncaknya harapan dan menambah cahaya hingga kedatangan Sang Cahaya. Lilin ungu sebagai lambang pertobatan. Warna ungu mengingatkan kita bahwa Adven adalah masa di mana kita mempersiapkan jiwa kita untuk menerima Kristus pada Hari Natal. Lilin merah muda dinyalakan pada Hari Minggu Adven III yang disebut Minggu “Gaudete”. “Gaudete” adalah bahasa Latin yang berarti “sukacita”, melambangkan adanya sukacita di tengah masa pertobatan karena sukacita Natal hampir tiba. Warna merah muda dibuat dengan mencampurkan warna ungu dengan putih. Artinya sukacita yang kita alami pada Hari Natal (yang dilambangkan dengan warna putih) sudah tidak tertahankan lagi dalam masa pertobatan ini (ungu) dan sedikit meledak dalam Masa ketiga Adven ini. Pada Hari Natal, keempat lilin tersebut digantikan dengan lilin-lilin putih yang artinya masa persiapan kita telah usai dan kita masuk dalam sukacita yang besar.
Lingkaran itu melambangkan penantian penuh harapan akan kehidupan abadi , karena lingkaran tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir, maka lingkaran juga melambangkan Tuhan yang abadi, tanpa awal dan akhir , penantian penuh harapan akan keselamatan dan kebahagiaan dari manusia. Pada kaki setiap lilin, atau pada kaki Lingkaran Adven, ditempatkan sebuah mangkuk berwarna biru. Warna biru mengingatkan kita pada Bunda Maria, Bunda Allah, yang mengandung-Nya di dalam rahimnya serta melahirkan-Nya ke dunia pada hari Natal.

Lingkaran Adven selalu dibuat dari daun-daun evergreen(pinus/cemara). Dahan-dahan evergreen, sama seperti namanya “ever green” yang senantiasa hijau dan senantiasa hidup. Evergreen melambangkan Kristus, Yang mati namun hidup kembali untuk selamanya. Evergreen juga melambangkan keabadian jiwa kita. Kristus datang ke dunia untuk memberikan kehidupan yang tanpa akhir bagi kita. Tampak tersembul di antara daun-daun evergreen yang hijau adalah buah-buah beri merah. Buah-buah itu serupa tetesan-tetesan darah, lambang darah yang dicurahkan oleh Kristus demi umat manusia. Buah-buah itu mengingatkan kita bahwa Kristus datang ke dunia untuk wafat bagi kita dan dengan demikian menebus kita. Oleh karena Darah-Nya yang tercurah itu, kita beroleh hidup yang kekal.

Lilin-lilin yang dinyalakan mempunyai arti khusus: Lilin pertama adalam masa advent kerap dikenal sebagai lilin Nabi. Nabi, dalam hal ini Yohanes Pembaptis, membawa pesan pertobatan. mengingatkan bahwa kedatangan Sang Raja Damai, yaitu Yesus Kristus sudah dekat. Raja Damai itu pun akan dimuliakan sampai ke ujung bumi Kedatangan Mesias yang telah direncanakan Allah dan telah diramalkan oleh para Nabi Lilin kedua dalam masa advent kerap dikenal sebagai lilin Malaikat karena Malaikatlah yang membawa kabar sukacita dan damai sejati kepada keluarga kudus dan kepada para Gembala. Damai yang sejati tersebut hanya didapatkan dari Tuhan Yesus yang lahir bagi kita. Agar dapat mengalami damai sejati itu, kita hendaknya menyiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan-Nya dengan pertobatan. Lilin ketiga dalam masa advent kerap dikenal sebagai lilin Gembala yang melambangkan bahwa pemberitaan tentang kelahiran Sang Juru Selamat untuk pertama kalinya kepada orang-orang yang tulus dan rendah hati yaitu para gembala . Menurut tradisi kuno, malaikat memberitakan kelahiran Yesus kepada para gembala yang artinya Tuhan datang bagi mereka yang miskin dan terpinggirkan; Tuhan sebagai gembala umatNya. Lilin keempat dalam masa Advent kerap dikenal sebagai lilin Betlehem. Betlehem mengajak kita untuk berbagi dan awal penggenapan seluruh rencana keselamatan dari Allah, tempat kelahiran Penebus. Betlehem juga berarti Sang Juru Selamat akan lahir di dalam hati kita. Betlehem adalah kota mungil di daerah Yudea.