Selasa, 27 Oktober 2015

AYO WARGA WONOSARI, TOLAK SIRKUS LUMBA-LUMBA

Warga Wonosari mungkin beberapa hari ini melihat atau mendengar iklan pementasan lumba-lumba yang marak. Ini sangat memprihatinkan karena  di banyak tempat masyarakat sudah memiliki kesadaran bahwa sirkus ini tidak memiliki muatan edukasi  tapi malah mengancam kelestarian hidup lumba-lumba. Kalau kita membiarkan lumba-lumba ini ditangkapi untuk pertunjukan sirkus mungkin di masa depan, anak cucu kita hanya bisa melihat gambar/foto-foto mahluk mamalia ini saja karena telah punah.



Jadi kalau anak, keponakan ,saudara bahkan tetangga atau yang berprofesi sebagai pendidik kalau ada murid  yang ingin melihat atraksi ini, beri kesadaran bahwa hal ini salah. Dan anjurkan untuk menghidari menonton hal semacam ini. Bukankah kita diajarkan untuk mencintai setiap mahluk ciptaan Tuhan?

Pertunjukan atau sirkus lumba-lumba yang selama ini diklaim menjadi ajang edukasi bagi anak-anak, justru merupakan kegiatan yang tidak mendidik. Sirkus lumba-lumba menjadikan satwa liar yang dilindungi tersebut dieksploitasi secara besar-besaran dan diperlakukan dengan kejam. Sirkus tersebut harus segera dihentikan karena konsumen sirkus ini adalah anak-anak. Hal tersebut tidak bagus untuk pendidikan anak usia sekolah lantaran dapat mengakibatkan anak-anak menjadi terbiasa menyiksa dan semena-mena dengan binatang yang seharusnya harus dilindungi.


Indonesia menjadi satu dari puluhan negara yang menjadi jalur migrasi lumba-lumba hidung botol Indopasifik. Di negara kepulauan ini, lumba-lumba dijaring ke darat dan dipindahkan ke berbagai kota untuk tampil sebagai satwa sirkus.

Dari puluhan negara tersebut, hanya Indonesia yang masih mengadakan pertunjukan sirkus lumba-lumba keliling. “Indonesia menjadi negara terakhir di dunia yang memiliki sirkus lumba-lumba keliling,” ujar Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Pramudya Harzani. “Selama ini masyarakat seringkali beranggapan bahwa pertunjukkan sirkus lumba-lumba diperlukan untuk pendidikan kepada anak-anak mereka. Melalui aksi ini, kami ingin mengimbau kepada masyarakat bahwa sirkus lumba-lumba keliling itu justru hanya menyiksa hewan-hewan itu,” tegas Pramudya.

“Bayangkan, sirkus itu hanya punya dua lumba-lumba. Per hari ada 5 pertunjukan, kecuali Sabtu-Minggu ada 7 kali pertunjukan. Lumba-lumba tersebut sengaja dibiarkan tersiksa. Tidak heran di antara lumba-lumba itu ada yang mati dan semua ini menurut pengelola sirkus sudah sesuai dengan pendidikan dan pelestarian? Pembohongan publik ini namanya,” ujarnya.

Menurut Pramudya Harzani, maraknya sirkus lumba-lumba memicu perburuan liar lumba-lumba di perairan Laut Jawa, terutama sekitar pulau Karimun Jawa. “Sekitar 90 persen lumba-lumba yang dipakai sirkus di Indonesia dari Karimun Jawa,” katanya.

Indonesia merupakan tempat terakhir di dunia yang memiliki sirkus lumba keliling. Ada beberapa poin yang patut dipertimbangkan mengapa sirkus ini pantas untuk ditolak…..


  • ·         Dalam sirkus keliling paling banyak hanya 2 ekor lumba-lumba yang dimiliki. Lumba-lumba itu dipaksa tampil nonstop  tiga sampai lima kali dalam sehari. Padahal, setiap pertunjukan itu digelar selama  lebih dari 1 mingggu . Ini jelas penyiksaan dengan dalih hiburan dan pendidikan.
  • ·         Pertunjukan lumba-lumba terlihat seolah-olah lumba-lumba melakukan segala atraksi karena lumba-lumba menyukainya. Hal ini tidak benar dan tidak pernah terjadi,  lumba-lumba melakukannya karena lapar setelah dibuat kelaparan sebelum pertunjukan dan  mereka melakukan segala atraksi untuk mendapatkan makan.
  • ·         Lumba-lumba di alam bebas bisa hidup hingga 50 tahun, tetapi dalam sirkus hanya bertahan hidup lima tahun. Sirkus lumba-lumba merupakan pembodohan bagi masyarakat. Habitat mereka hidup tidak berjoget dangdut dan tidak meloncat dalam lingkaran bola api. Lumba-lumba dilaut hidup secara berkelompok dan setiap hari bergerak hingga berpuluh-puluh mil jauhnya.
  • ·         Air kolam over-klorinasi. Klorin digunakan untuk menjernihkan air, tujuannya agar pengunjung percaya bahwa lumba-lumba berada di dalam air biru yang jernih. Kolam pementasan dengan diameter 6 meter berkedalaman 3 meter ini diisi air laut buatan. Penyelenggara membuat air asin ini dengan mencampurkan air ledeng dengan berton-ton garam. Senyawa pembunuh kuman bernama klorin dicampurkan ke dalam air kolam. Klorin yang bersifat korosif dipastikan merusak organ mata yang sensitif. lumba-lumba pun menjadi rabun. Klorin dalam kolam sering membuat mereka buta.Penelitian labortorium pada tahun 2012 membuktikan bahwa kandungan klorin dalam air delapan kali lebih banyak dari batas yang dapat ditoleransi oleh mamalia. Klorinasi dapat menyebabkan kebutaan, gangguan kulit dan penurunan umum pada kesehatan. Kondisi di air kotor (biasanya penuh kotoran) akan menyebabkan infeksi dan kematian secara perlahan-lahan bagi lumba-lumba.

  • ·         Semua lumba-lumba yang berada di dalam kolam tidak dapat berenang jarak jauh.  Lumba-lumba akan mengalami tekanan stres yang tinggi, karena biasanya ketika berada di laut terbuka, lumba-lumba melakukan perjalanan yang jauh setiap harinya. Pembatasan gerak dan isolasi dari kelompoknya akan menyebabkan stres sehingga kesehatannya akan dengan cepat memburuk. Suara bising saat diangkut truk, pesawat, atau musik keras saat pertunjukan juga bisa merusak sonar  sehingga tak jarang ada yang mati.Kita manusia yang hidup dengan menghirup oksigen, jika diangkut dengan duduk di bak belakang truk dan perjalanan jauh dari kota kekota mungkin akan mengalami mabuk, pusing, sakit dll.Bayangkan jika kalian berada pada posisi lumba2 itu!!!! 











  • ·         Lumba-lumba yang digunakan dalam pertunjukan sirkus keliling ditempatkan dalam wadah yang kecil dan sempit, tujuannya untuk mengurangi gerak yang sering dilakukan oleh luma-lumba. Lumba-lumba menghabiskan waktu berjam-jam dan jalan yang bergelombang dari satu tempat ke tempat lainnya. Lumba-lumba yang mati selama proses transportasi akan digantikan dengan lumba-lumba liar baru yang tertangkap.
  • ·         Selama proses pemindahan dari satu kota ke kota lainnya, kulit lumba-lumba mengering dan terluka,  terkadang untuk mengatasi ini hanya diberi pelembab atau bahkan hanya mentega yang membuat mereka semakin tersiksa karena zat-zat ini memang tidak sesuai dengan kebutuhan mahluk mamalia ini.

Nah, masihkah kalian akan menikmati pertunjukan yang mengatas namakan hiburan dan eduksi selama beberapa menit setelah mengetahui siksaan yang dialami lumba lumba ini sampai akhir hayatnya?
Lumba-lumba termasuk hewan yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia, seperti diatur dalam UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati.


Telah banyak perusahaan besar yang mendukung kampanye STOP SIRKUS LUMBA-LUMBA ini  antara lain meliputi Garuda Indonesia, LotteMart, Carrefour, Hero, Giant, Coca-Cola.dan Teh Botol Sosro

Menonton pertunjukan sirkus lumba-lumba berarti kita juga mengambil bagian yang  mengakibatkan penderitaan bagi satwa mamalia ini.

Semoga artikel ini dapat sedikit membuka mata kita terhadap kekejaman sirkus lumba-lumba.

Foto diambil dari berbagai sumber.

Kamis, 22 Oktober 2015

Jadwal Novena Goa Maria Tritis Wonosari


01 November 2015, (Misa bernuansa budaya Dayak)

Romo Grasius SVD

Koor dari Komunitas Pakat Dayak

06 Desember 2015 

Romo Walidi MSF (rektor Skolastikat)

Koor dari Johanes Bosco School Yogyakarta

03 Januari 2016 (Misa bernuansa Sunda)

Romo Handi Pr (dari Keuskupan Purwokerto, dalang wayang wahyu)

Koor dari Lingkungan Pulutan Wonosari

07 Februari 2016 (Misa bernuansa Mandarin)

Romo Hari Susanto SJ

Koor dari

06 Maret 2016

Romo D Bismoko Mahamboro Pr (dosen FTW)

Koor dari Frater Frater Kentungan

03 April 2016 (Misa bernuansa budaya Sumba)

Romo Mateus Mali CSSR

Koor dari Frater dan Bruder CSSR

01 Mei 2016(Misa bernuansa budaya Jawa)

Romo Budi Subanar SJ (Dosen Sanata Dharma)

Koor kolaborasi UKM Kerawitan Sadhar dan Shakuntala Voice


Sebelum Misa diadakan Rosario dimulai pukul 09.30

SANTO PAUS YOHANES PAULUS II


22 Oktober

 Pesta St. Yohanes Paulus II


Siapa diantara kita yang tidak terkesan oleh Bapak Suci Paus Yohanes Paulus II, seorang Paus yang paling menonjol diantara paus-paus lain dalam Gereja Katolik. Dimana saja dan kemana saja beliau selalu disambut antusias oleh seluruh Umat Katolik.
Paus Yohanes Paulus II yang lahir pada tanggal 18 Mei 1920 di Krakow, Polandia. Nama aslinya adalah Karol Wojtyla, juga dikenal sebagai paus peziarah karena  beliau sudah banyak mengunjungi negara-negara di dunia.
Beliau sangat aktif dan berpengaruh dalam Konsili Vatikan II. Pada tahun 1978 Beliau terpilih sebagai Paus.  Paus Yohanes Paulus II ini sangatlah dikagumi dunia karena beliau merupakan pemimpin moral dan kepeduliannya terhadap kedamaian, kerukunan serta penderitaan manusia amatlah besar sehingga Beliau mewartakan kabar keselamatan kepada seluruh umat manusia di belahan dunia ini tanpa kenal lelah.
Nama Yohanes Paulus II disandangnya sejak 16 Oktober 1978.  Kala itu sang Santo yang nama aslinya Karol Jozef Wojtyla dipilih menjadi uskup Roma sekaligus pemimpin umat Katolik sedunia. Karol Yosef Wojtyla lahir 18 Mei 1920 di Wadowice, Polandia Selatan.
 Karol adalah anak ketiga dari pasangan Karol Wojtyla dan Emilia Kaczorowska. Ayah Karol bekerja sebagai opsir tentara Kekaiseran Habsburg-Austria.

Sejak remaja, Karol suka bermain bola kaki dan tak kepalang tanggung dia merupakan seorang kiper yang terkenal dalam kesebelasannya. Tahun 1939 Karol bersama ayahnya hijrah ke Krakow. Di sana ia masuk Universitas Jagiellonian. Karol memperdalam filologi dan beberapa bahasa asing. Kemampuan menguasai bahasa asing luar biasa. Dikisahkan bahwa pada waktu itu dia sudah menguasai 12 bahasa asing.

Tahun 1941 merupakan tahun kelabu bagi Karol muda. Ayah tercinta meninggal dunia karena serangan jantung, dalam medan tugas. "Saya tidak ada pada saat kematian ibu saya, saya tidak ada saat kematian kakak saya, saya juga tidak ada pada saat kematian ayah saya. Pada usia 20 tahun saya sudah kehilangan semua orang yang saya cintai," desah Karol. Peristiwa kelabu itu membuat Karol muda mulai serius menata masa depanya. Ada niatan untuk menjadi imam atau pastor. Oktober 1942 Karol memperjelas cita-citanya dengan masuk seminari rahasia yang dijalankan oleh Uskup Agung Krakow, Kardinal Adam Stefan. Ia juga selamat dalam sebuah penyerbuan Nazi Jerman ke seminari tempat Karol dan teman-temannya belajar. Karol terkenal juga sebagai seseorang yang banyak menyelamatkan nyawa orang Yahudi yang pada waktu itu dikejar dan dibunuh oleh Nazi Jerman.

Karol ditahbiskan menjadi imam Katolik pada 1 November 1946 oleh Uskup Agung Krakow, Kardinal Adam Stefann Sapieha di Karedral Krakow. Sesudah itu Karol berangkat ke Roma untuk belajar teologi di Universitas Kepausan Thomas Aquina. Bebera tahun kemudian ia menggondol gelar doktor dengan disertasinya: Doktrin Imam Menurut Santo Yohanes dari Salib. Usai menyandang gelar doktor, Dr. Karol kembali ke negara asalnya, Polandia dan bertugas sebagai pastor di paroki dan juga mengajar di beberapa perguruan tinggi. Ia banyak menulis dan menghasilkan karya ilmia lainnya.

Pada 4 Juli 1958 Pastor Karol diangkat oleh Paus Pius XII menjadi uskup pembantu di Krakow dan saat itu ia termasuk uskup yang termuda di Polandia, dengan usia 38 tahun. 16 Juli 1962 Uskup Karol diangkat menjadi administrator keuskupan karena Uskup Krakow waktu itu Eugeniusz Baziak meninggal dunia dan pada 13 Januari 1963 Paus Paulus VI mengangkatnya menjadi uskup agung di Krakow. Pada 26 Juni 1967 Paus Paulus VI mempromosikan sebagai kardinal dan dia dikenal dengan imam kardinal "Titulus San Caesareo de Appia".

Sejak Oktober 1962 Uskup Karol Wojtyla terlibat dalam konsili besar Gereja Katolik, Konsili Vatikan II dan memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi pengembangan Gereja Katolik dewasa ini. Dokumen itu antara lain: Dignitatis Humanae (Kebebasan Beragama) Gaudium et Spes (Konstitusi Pastoral tentang Gereja dan Dunia).

Kardinal Karol Wojtyla pada 14 Oktober 1978 kembali mengikuti konklaf (rapat pemilihan paus) untuk kedua kalinya dalam jangka waktu tidak terlalu lama. Dalam sebulan itu Kardinal Karol telah mengikuti dua kali konklaf. Konklaf kedua karena Paus Yohanes Paulus I meninggal dunia. Mendiang Paus Yohanes Paulus I hanya 33 hari memimpin Gereja Katolik. Tak disangka dalam konklaf itu Kardinal Karol yang muncul sebagai calon alternatif kompromi justru dipilih oleh para bapa konklaf. Ia muncul sebagai orang yang memediasi kubu konservatif dan moderat dalam Gereja Katolik.
Pada  akhirnya Kardinal Karol Jozep Wojtyla pada saat itu memecahkan rekor "telur tradisi". Hal-hal yang patut kita catat adalah: ia merupakan orang pertama dari luar Italia yang dipilih menjadi Paus semenjak tahun 455. Ia juga merupakan Paus termuda terhitung sejak Paus Pius IX tahun 1846.  Mendiang Paus ini menolak penobatan menjadi Paus dengan tata-cara ritual kerajaan, ia lebih suka menerima penobatan secara grejawi yang sederhana dan dilaksanakan 22 Oktober 1978. Ia telah melakukan kunjungan ke 129 negara, mencatat sejarah menjadi pemimpin dunia yang paling banyak berkunjung ke negara-negara lain.

31 Maret 2005 akibat dari infeksi saluran kemih, Yohanes Paulus II mengalami septic shocksebuah gejala penyebaran infeksi dengan demam tinggi dan tekanan darah turun, namun dia tidak dibawa ke rumah sakit. Namun mendapat pengawasan medis dari tim perawat di tempat tinggal pribadinya. Ini menandakan bahwa paus sudah mendekati ajalnya; kemungkinan juga karena keinginannya untuk meninggal di Vatikan. Hari itu juga, sumber Vatikan mengumumkan bahwa Yohanes Paulus II telah mendapat Sakramen pengurapan orang sakitoleh teman dan sekretarisnya StanisÅ‚aw Dziwisz. Selama hari-hari terakhir kehidupan Paus, cahaya tetap dinyalakan menerangi malam dimana dia tinggal di lantai atas Istana Apostolik. Puluhan ribu umat berkumpul di Lapangan Santo Petrus dan jalan-jalan sekitarnya selama dua hari. Mendengar kabar ini, paus yang sedang sekarang berkata: “Saya telah mencari untuk Anda, dan kini Anda telah datang kepada saya, dan saya berterima kasih.”

Sabtu, 2 April 2005, sekitar pukul 15.30 CEST, Yohanes Paulus II mengatakan kata terakhirnya, “pozwólcie mi odejść do domu Ojca”(“biarkan aku pergi ke rumah Bapa”), kepada pendampingnya, dan mengalami koma sekitar empat jam kemudian. Misa persiapan Minggu Kerahiman Ilahi memperingati kanonisasiMaria Faustina Kowalska pada 30 April 2000, baru dilakukan di sisi ranjangnya, dipimpin oleh StanisÅ‚aw Dziwisz dan bersama dua pendamping Polandia. Juga hadir Kardinal dari Ukraina yang pernah melayani menjadi pastor bersama Paus di Polandia, juga beberapa biarawati Polandia dari Kongregasi Suster-suster Hati Kudus Yesus (Congregation of the Sisters Servants of the Most Sacred Heart of Jesus), yang melayani rumah tangga kepausan. Ia meninggal di apartemen pribadinya jam 21:37 CEST (19:37 UTC) karena kegagalan jantung akibat tekanan darah rendah dan kegagalan peredaran darah.

Kematian Paus Yohanes Paulus II diiringi ritual berusia berabad-abad lamanya dan tradisi yang berawal sejak masa pertengahan. Upacara Pengunjungan berlangsung dari 4 April hingga pagi hari tanggal 8 April di Basilika Santo Petrus. Testamen Paus Yohanes Paulus II yang dipublikasikan pada 7 April mengungapkan bahwa paus berkeinginan dimakamkan di tanah kelahirannya Polandia namun tergantung dari para Kardinal, yang memutuskan untuk dikebumikan di gua-gua di bawah basilika.
Pada 8 April, pukul 8.00 pagi UTC, Misa Requiem dipimpin oleh Kardinal Joseph Ratzinger sebagai Dekan Dewan Kardinal dan dihadiri lebih dari 180 orang Kardinal dari berbagai negara. Misa ini menjadi misa yang memecahkan rekor dunia dalam hal jumlah kehadiran umat dan banyaknya kepala negara yang hadir. Ini adalah moment berkumpulnya para kepala negara terbesar dalam sejarah, mengalahkan pemakaman Winston Churchill (1965) dan Josip Broz Tito (1980). Empat raja, lima ratu, dan sedikitnya 70 presiden dan perdana menteri, serta lebih dari 14 pimpinan agama selain Katolik, menghadiri pemakaman.

Peristiwa ini juga mungkin menjadi ziarah Kristen terbesar dalam sejarah, dengan perkiraan empat juta orang berkumpul dalam perkabungan di Roma. Sekitar 250.000 sampai 300.000 orang mengikuti peristiwa ini di Vatikan. Dekan Para Kardinal, Kardinal Joseph Ratzinger, yang kemudian menjadi paus berikutnya, memimpin upacara. Yohanes Paulus II dikebumikan di gua di bawah basilika, makam para Paus. Ia dikebumikan di liang makam yang sebelumnya dipakai jenazah Paus Yohanes XXIII. Liang itu telah dikosongkan ketika jenazah Paus Yohanes XXIII dipindahkan ke ruang lain di basilika setelah dibeatifikasi.



Sejak wafatnya Yohanes Paulus II, sejumlah imam di Vatikan dan kaum awam di seluruh dunia telah menyebutnya "John Paul The Great"; sepanjang sejarah hanya empat paus yang disebut demikian, dan ia adalah yang pertama pada milenium ini.
Hukum Kanonik mengatakan bahwa tidak ada proses resmi untuk menyatakan seorang Paus mendapatkan gelar "Yang Agung"; gelar ini muncul sendiri melalui penggunaan populer dan terus menerus, seperti juga pada kasus pemimpin sekuler (sebagai contoh, Aleksander III dari Makedonia menjadi populer dan dikenal sebagai Aleksander Agung. Tiga paus saat ini yang diketahui menyandang "Yang Agung" adalah St.Paus Leo I, yang memimpin dari 440-461 dan membujuk Attila (Attila the Hun) untuk mundur dari Roma; St.Paus Gregorius I, 590-604, yang mengilhami penamaan kidung Gregorian; dan Paus Nikolas I, 858-867.

Terinspirasi dari seruan “Santo Subito!” (“jadikan Santo Segera!”) dari kerumunan umat pada saat pemakamannya, Paus Benediktus XVI memulai proses beatifikasi kepada pendahulunya, melewati batasan normal bahwa lima tahun harus berlalu setelah wafatnya seseorang sebelum proses beatifiksi bisa dimulai.Pada audiensi dengan Paus Benediktus XVI, Camillo Ruini, Vikaris Jenderal Keuskupan Roma dan orang yang bertanggung jawab untuk mempromosikan alasan kanonisasi seseorang yang meninggal dalam keuskupan, mengutip “keadaan luar biasa” yang menyebabkan masa menunggu bisa diabaikan. Keputusan ini diumumkan pada 13 Mei 2005, pada Perayaan Our Lady of Fátima dan peringatan 24 tahun percobaan pembunuhan Yohanes Paulus II di lapangan Santo Petrus.
Pada awal 2006, dilaporkan bahwa Vatikan sedang menyelidiki kemungkinan mukjizat terkait dengan Yohanes Paulus II.

Tentang mujizat- mujizat yang terjadi atas doa syafaat Paus Yohanes Paulus II semasa hidupnya telah banyak dicatat, dan demikian beberapa contohnya yang kami sarikan dari artikel Miraculous Healings attributed to John Paul II, dikutip dari majalah Love one Another, number 5, by the Society of Christ, Sterling Heights, Michigan USA, 2005, p. 12-13:
1. Kesembuhan Kardinal Marchisano, pembantu Paus Yohanes Paulus II, dan rektor basilika St. Petrus: Pada tahun 2000 ia mengalami kesalahan operasi arteri lehernya, yang menyebabkan pita suara kanannya rusak, sehingga ia sangat sulit untuk berbicara, dan suaranya tidak dapat terdengar dan tak dapat dimengerti. Pada saat Paus Yohanes mengunjunginya, dan meletakkan tangannya pada tenggorokannya itu, ia berdoa, dan mengatakan, “Jangan takut, lihatlah, Tuhan akan memberikan suaramu itu kembali kepadamu.” Seketika itu juga Kardinal Marchisano mengalami kesembuhan total.
2. Kesembuhan Victoria Szechinskis: Victoria lahir pada tahun 1982 dan didiagnosa mempunyai tumor yang mematikan di dadanya. Keluarga Szechinskis hidup di Toronto Kanada. Pada tahun 1985 dalam audiensi dengan Bapa Paus di Roma, ibunya Danuta, membawa Victoria untuk bertemu dengan Bapa Paus dan didoakan olehnya. Bapa Paus menghampiri mereka dan menggendong Victoria, sambil berkata kepada ibunya, “Berdoalah dan percayalah kepada Tuhan. Jika Tuhan memutuskan agar Victoria harus kembali kepada-Nya, Ia akan mengambil Victoria bagi-Nya. Jika Ia menghendaki Victoria untuk tetap bersamamu, itu yang akan terjadi. Perlakukanlah Victoria sama seperti engkau memperlakukan anak- anakmu yang lain. Itulah yang dikehendaki Tuhan.” Sekembalinya ke Kanada, Victoria merasakan sakit yang sangat sehingga dilarikan ke Rumah Sakit. Keluarga memperkirakan ia akan segera meninggal, sehingga akhirnya ia dibawa pulang ke rumah. Namun kemudian di rumah, mujizat terjadi, kondisinya membaik. Kemudian aneka test dilakukan, dan hasilnya menunjukkan bahwa tumor itu telah lenyap. Victoria bertumbuh normal, dan pada saat artikel dituliskan, ia berumur 22 tahun, sehat, senang berolah raga dan mendaki gunung.
3. Paus Yohanes Paulus II meletakkan tangannya atas kepala seorang anak perempuan yang buta, dalam kunjungannya ke Puerto Rico, Oktober 1984. Sekembalinya ke rumah, anak itu dapat melihat.
4. Pada saat audiensi umum pada tanggal 14 Maret 1979, Paus Yohanes Paulus II mencium Kay Kelly, seorang penderita kanker, yang hidup di Liverpool. Beberapa bulan kemudian kanker itu hilang semuanya.
5. Di bulan November 1980, pada saat gempa terjadi di Italia, Emilio Cocconi, 16 tahun, terkubur hidup- hidup. Walaupun kemudian ia dapat diselamatkan, namun kaki kirinya tidak dapat berfungsi. Paus bertemu dengannya pada saat Paus mengunjungi daerah gempa tersebut dan menghiburnya. Empat tahun kemudian (1984) Emilio bertemu kembali dengan Paus pada saat audiensi di Roma. Paus memberkatinya, dan mengatakan, “Tuhan yang Mahabaik akan menolongmu.” Empat minggu kemudian, anak muda itu sembuh.
6. Pada tahun 1981, dalam kunjungannya ke Manila, Filipina, Paus mendoakan dan meletakkan tangannya atas seorang biarawati, Madre Vangie, 51 tahun yang tubuhnya cacat dan harus bergantung kepada kursi roda. Beberapa menit kemudian, suster tersebut dapat berdiri tegak, sembuh sepenuhnya, dan meninggalkan kursi rodanya.
7. Di bulan Januari 1980 di Castel Gondolfo, Paus bertemu dengan Stefani Mosca, seorang anak perempuan berumur 10 tahun yang cacat tubuh. Paus menghibur dan menciumnya. Beberapa waktu kemudian ia sembuh.
8. Pada tahun 1990, Paus Yohanes Paulus II memberkati dan mencium Helano Mireles, seorang bocah Meksiko yang berusia 4 tahun, yang menderita leukemia. Penyakitnya hilang seketika setelah Paus memberkatinya. Hal ini disaksikan oleh Kardinal Javier Lozano Berragan, yang kemudian memberikan kesaksian atas mujizat kesembuhan ini.
Di samping mujizat- mujizat ini, kita mengingat bahwa semasa hidupnya, Paus Yohanes Paulus II sangat dihormati, justru karena kesederhanaannya dan ketulusan kasih yang ditunjukkannya, sehingga melalui dia, orang dapat mengalami kasih Kristus. Tak mengherankan, bahwa pada saat pemakamannya, jumlah peziarah yang hadir mencapai sekitar 4 juta orang. Beritanya dicatat oleh sekitar 6000 jurnalis; acaranya dihadiri oleh 180 pemimpin negara dan diliput oleh 137 stasiun televisi dari 81 negara. Para komentator setuju bahwa acara ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah manusia.
Paus Yohanes Paulus II adalah seorang pendoa dan seorang mystic, sehingga Kristus dapat bertindak melalui dia dan menyatakan kasih-Nya. Paus sangat menghormati setiap orang dan menuntut agar hak dasar terhadap kemerdekaan suara hati dihormati, demikian juga hak untuk hidup dari saat konsepsi sampai kematian yang wajar. Paus tidak pernah berbicara buruk tentang orang lain dan memperlakukan orang lain dengan kebencian. Pada saat yang sama, Ia mewartakan Kebenaran Wahyu tanpa takut…. dengan keberanian yang besar ia mewartakan kebenaran- kebenaran Iman walaupun hal- hal itu tidak nyaman/ tidak populer di telinga para pendengarnya. Ia berjalan menerjang arus, tanpa berkompromi dan tanpa menjadikan kebenaran- kebenaran Tuhan sebagai sesuatu yang relatif…. Pesannya yang terkenal sepanjang pontifikatnya adalah: “Jangan takut untuk membuka pintu hatimu untuk Kristus! Jangan takut untuk memohon kepada Kristus setiap hari, “Tuhan, aku ingin menjadi kudus, yaitu untuk mengatakan, seperti yang Kauingini terjadi atasku.” Jangan takut untuk mengikuti Kristus setiap hari, dan untuk melaksanakan Injil dan perintah- perintah-Nya. Jangan takut untuk memasrahkan dirimu sepenuhnya kepada Kristus….” (lihat artikel He Changed the Course of World History, majalah Love One Another, vol 5, 2005, p. 4-8).
Pesta Santo Paus Yohanes Paulus II dirayakan setiap 22 Oktober.
kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia tahun 1989

Santo Yohanes Paulus II, doakanlah kami. Amin


 sumber: http://www.katolisitas.org, Hubertus Agustus Lidy, www.carmelia.net

Kamis, 15 Oktober 2015

TIPS CARA BERDOA DARI SANTA TERESA DARI AVILA


Setelah mengetahui sedikit banyak tentang kehidupan beberapa Santo Santa, saya semakin kagum kepada rahmat yang Tuhan Yesus berikan pada setiap orang, juga kepada saya dan anda, yaitu rahmat-Nya itu unik bagi setiap orang.

RahmatNya menyempurnakan kodrat. RahmatNya akan melengkapi segala kelemahan dan kelebihan manusia agar manusia itu dapat menjadi lebih dekat kepadaNya. Cara Roh Kudus bekerja pada orang pendiam akan berbeda dengan cara kerjaNya pada orang yang suka heboh, juga akan beda bagi orang seperti anda dan saya.
Sungguh, seperti seorang Bapa di dunia yang sayang pada anaknya, demikian juga Ia, Bapa kita yang ada di surga juga ingin dekat dan selalu mencintai anak-anakNya.
Kagum dengan karya Roh Kudus dalam St. Theresia Avila
Saya melihat ada kelemahan yang Roh Kudus perbaiki dalam kehidupan seorang Santa ini, juga dalam karya tentang cara berdoa (Puri Batin) saya melihat Roh Kudus memberikan inspirasi sesuai dengan kodrat Santa yang berasal dari keluarga bangsawan yang akrab dengan yang namanya puri.

Cara berdoa yang sungguh luar biasa dari Santa kita ini adalah ada 3 hal yang harus kita sadari saat berdoa:
1. Sadar sedang berdoa
Seringkali kita berdoa tanpa hati, .... cepat sekali kata-katanya dan tanpa bobot.
Doa Rosario full cuman 15 menit, wah...ngebut tuh ... Doa Bapa Kami atau Salam Maria 10 detik... saat mengucapkan:
"Bapa Kami yang ada di surga dimuliakanlah nama-Mu" .... dst, dstnya tanpa arti sama sekali, tanpa merasa sedang berdoa dan berdosa.
2. Sadar pada siapa kita berdoa
Kita sedang berbicara pada Allah Bapa yang sangat mencintai kita. Jadi saat kita mengucapkan kata "Bapa", bayangkanlah Ia ada di depan kita, memandang kita dengan cintaNya. Ia melihat kedalaman hati kita dan kita mempersembahkan hati kita kepadaNya yang selalu menerima dan mencintai kita apa adanya.
3. Sadar kita ini berdosa dan selalu butuh kerahimanNya.
Dengan kesadaran ini, akan membuat hati kita menjadi berkobar-kobar untuk terus menantikanNya setiap saat karena Ia adalah Allah yang maharahim yang tidak pernah menolak hati yang remuk redam.
Ketika saya mendengarkan penjelasan ini, hati saya sungguh bersukacita dan bersyukur akan rahmatNya dalam kehidupan ini.
Bila anda rindu untuk memperoleh kemenangan atas masalah2 anda, bila anda rindu untuk mempunyai cinta yang menyala kepada Tuhan Yesus Kristus, mari kita belajar dari St. Theresia Avila tentang cara berdoa diatas dan mempraktekkannya.
Jadi untuk praktek cara doa diatas (misal mau doa Bapa Kami).... ingat kata kuncinya :
sedang apa, pada siapa, siapa saya
"Sedang apa?" sedang berdoa, ingatlah anda sedang berdoa
"Pada siapa?" pada Bapa yang mengasihi anda
"Siapa saya?" saya berdosa butuh kerahiman-Nya
dengan 3 kesadaran tadi kita mulai ucapkan: "Bapa kami... dst"


Catatan:
Kesadaran diatas itu membantu kita untuk lebih fokus & mencintaiNya saat berdoa.
Doa bukanlah banyak berpikir, tetapi banyak mencinta (St Theresia Avila)

Bagaimana bila ada pelanturan?
Jangan dilawan dengan keras atau marah atau jengkel, tapi tersenyumlah karna itu memang kelemahan kita manusia. Abaikan pelanturan, langsung kembali lagi ke doa anda yang semula.

Selamat berdoa, bila sudah kuat, kuatkan juga saudara-saudara yang lain.

GBU
( artikel diambil dari FB: MICHAEL CHRISTIANO HADY·15 OKTOBER 2015)

Minggu, 04 Oktober 2015

Fransiskus Asisi, 4 Oktober 2015

Santo Fransiskus dari Asisi

“Kita semua dipanggil untuk menyembuhkan yang luka, menyatukan yang tercerai, membawa pulang yang tersesat.” — St. Fransiskus Asisi



Fransiskus dilahirkan di kota Assisi daerah pegunungan Umbria, Italia Tengah, Italia pada tahun 1181. Ayahnya Pietro Bernardone, seorang pedagang kain yang kaya raya; sedang ibunya Yohana Dona Pica, seorang puteri bangsawan Picardia, Prancis. Ia dipermandikan dengan nama ‘Giovanni Francesco Bernardone’ tetapi kemudian lebih dikenal dengan nama ‘Francesco’ karena kemahirannya berbahasa Prancis yang diajarkan ibunya.
Di masa mudanya, ia sangat dimanjakan ayahnya sehingga berkembang menjadi seorang pemuda yang suka berfoya-foya dan pemboros. Pada umur 20 tahun ia bersama teman-temannya terlibat sebagai prajurit dalam perang saudara antara Asisi dan Perugia. Dalam pertempuran itu ia ditangkap dan dipenjarakan selama 1 tahun hingga jatuh sakit setelah dibebaskan. Pengalaman pahit itu menandai awal hidupnya yang baru. Setelah Fransiskus dibebaskan, ia juga mendapat suatu mimpi yang aneh. Dalam mimpinya, ia mendengar suara yang berkata, "layanilah majikan dan bukannya pelayan."  Ia tidak tertarik lagi dengan usaha dagang ayahnya dan corak hidup mewahnya dahulu. Sebaliknya ia lebih tertarik pada corak hidup sederhana dan miskin sambil lebih banyak meluangkan waktunya untuk berdoa di gereja, mengunjungi orang-orang di penjara dan melayani orang-orang miskin dan sakit. Sungguh suatu keputusan pribadi yang datang di luar bayangan orang sedaerahnya dan orangtuanya.

Setelah itu Fransiskus memutuskan untuk hidup miskin. Ia pergi ke Roma dan menukarkan bajunya yang mahal dengan seorang pengemis, setelah itu seharian ia mengemis. Semua hasilnya dimasukkan Fransiskus ke dalam kotak persembahan untuk orang-orang miskin di Kubur Para Rasul. Ia pulang tanpa uang sama sekali di sakunya. Suatu hari, ketika sedang berdoa di Gereja St. Damiano, Fransiskus mendengar suara Tuhan, "Fransiskus, perbaikilah Gereja-Ku yang hampir roboh". Jadi, Fransiskus pergi untuk melaksanakan perintah Tuhan. Ia menjual setumpuk kain ayahnya yang mahal untuk membeli bahan-bahan guna membangun gereja yang telah tua itu.


Ayahnya marah sekali! Fransiskus dikurungnya di dalam kamar. Fransiskus, dengan bantuan ibunya, berhasil melarikan diri dan pergi kepada Uskup Guido, yaitu Uskup kota Assisi. Pak Bernardone segera menyusulnya. Ia mengancam jika Fransiskus tidak mau pulang bersamanya, ia tidak akan mengakui Fransiskus sebagai anaknya dan dengan demikian tidak akan memberikan warisan barang sepeser pun kepada Fransiskus. Mendengar itu, Fransiskus malah melepaskan baju yang menempel di tubuhnya dan mengembalikannya kepada ayahnya.  Dan semenjak itu hanya Tuhan-lah yang menjadi ayahnya. Sang Uskup  Asisi  memberikan kepadanya sehelai mantel dan sebuah ikat pinggang. Inilah pakaian para gembala domba dari Umbria, yang kemudian menjadi pakaian para biarawan Fransiskus.

Sejak saat itu dia mulai mengunjungi rumah sakit, melayani orang sakit, berkhotbah di jalan-jalan, dan memandang semua orang baik laki-laki maupun perempuan sebagai saudara kandung. Orang-orang banyak mulai tertarik untuk mengikuti teladan hidupnya.
Fransiskus ditahbiskan menjadi diakon dan mau tetap menjadi seorang diakon sampai mati. Ia tidak mau ditahbiskan menjadi imam. Lebih dari orang-orang lain, Fransiskus berusaha hidup menyerupai Kristus. Ia. menekankan kemiskinan absolut bagi para pengikutnya waktu itu. Sebagai tambahan pada kaul kemiskinan, kemurnian dan ketaatan, ia menekankan juga penghayatan semangat cinta persaudaraan, dan kesederhanaan hidup. Ordo Benediktin yang sudah lama berdiri memberi mereka sebidang tanah. Demi sahnya komunitas yang dibentuknya, dan aturan hidup yang disusunnya, ia berangkat ke Roma pada tahun 1210 untuk meminta restu dari Sri Paus Innosensius III (1198-1216). Mulanya Sri Paus menolak. Tetapi pada suatu malam dalam mimpinya, Paus melihat tembuk-tembok Basilik Santo Yohanes Lateran berguncang dan Fransiskus sendiri menopangnya dengan bahunya. Pada waktu pagi, Paus langsung memberikan restu kepada Fransiskus tanpa banyak bicara.
Fransiskus amat kudus. Ia tidak lagi melihat perbedaan diantara semua mahluk ciptaan Tuhan. Baginya segala sesuatu yang ada didunia ini adalah karunia Ilahi. Kelembutan jiwanya bahkan membuat binatang-binatang pun menyayanginya. Binatang buas menjadi jinak bila berada didekat orang suci ini.


Lagi-lagi Ordo Benediktin menunjukkan perhatiannya kepada Fransiskus dan kawan-kawannya. Kapela Maria Ratu para Malaekat di Portiuncula, milik para rahib Benediktin, kira-kira dua mil jauhnya dari kota Asisi, diserahkan kepada Fransiskus oleh Abbas Ordo Benediktin. Fransiskus gembira sekali. Ia mulai mendirikan pondok-pondok kecil dari kayu di sekitar kapela itu sebagai tempat tinggal mereka yang pertama. Kemudian Chiusi, seorang tuan tanah di daerah itu, memberikan kepadanya sebidang tanah di atas bukit La Verna, di bilangan bukit-bukit Tuscan. La Verna kemudian dijadikannya sebagai tempat berdoa dan bermeditasi. Semangat kerasulannya mulai membara dari hari ke hari. Dalam hatinya mulai tumbuh keinginan besar untuk mempertobatkan orangorang Muslim di belahan dunia Timur. Ia mulai menyusun rencana perjalanan ke Timur. Pada musim gugur tahun 1212, ia bersama seorang kawannya berangkat ke Syria. Tetapi nasib sial menghadang mereka di pertengahan jalan. Kapal yang mereka tumpangi karam dan mereka terpaksa kembali lagi ke Italia. Tetapi ia tidak putus asa. Ia mencoba lagi dan kali ini ia mau pergi ke Maroko melalui Spanyol. Tetapi sekali lagi niatnya tidak bisa terlaksana karena ia jatuh sakit. Pada bulan Juni 1219, ia sekali lagi berangkat ke belahan dunia Timur bersama 12 orang temannya. Mereka mendarat di Damaieta, delta sungai Nil, Mesir. Di sana mereka menggabungkan diri dengan pasukan Perang Salib yang berkemah di sana. Nasib sial menimpa dirinya lagi. Ia ditawan oleh Sultan Mesir. Saat itu menjadi suatu peluang baik baginya untuk berbicara dengan Sultan Islam itu. Sebagai tawanan ia minta izin untuk berbicara dengan Sultan Mesir. Ia. berharap dengan pertemuan dan pembicaraan dengan Sultan, ia dapat mempertobatkannya. Sultan menerima dia dengan baik sesuai adat sopan santun ketimuran. Namun pertemuan itu sia-sia saja. Sultan tidak bertobat dan menyuruhnya pulang kepada teman-temannya di perkemahan setelah mendengarkan kotbahnya.
Setelah beberapa lama berada di Tanah Suci, Fransiskus dipanggil pulang oleh komunitasnya. Selama beberapa tahun, ia berusaha menyempurnakan aturan hidup komunitasnya. Selain itu ia mendirikan lagi Ordo Ketiga Fransiskan. Ordo ini dikhususkan bagi umat awam yang ingin mengikuti cara hidup dan ajarannya sambil tetap mengemban tugas sebagai bapa-ibu keluarga atau tugas-tugas lain di dalam masyarakat. Para anggotanya diwajibkan juga untuk mengikrarkan kaul kemiskinan dan kesucian hidup. Kelompok ini lazim disebut kelompok “Tertier”. Tugas pokok mereka ialah melakukan perbuatan-perbuatan baik di dalam keluarga dan masyarakat dan mengikuti cara hidup Fransiskan tanpa menarik diri dari dunia.
Ordo Fransiskan ini berkembang dengan pesat dan menakjubkan. Dalam waktu relatif singkat komunitas Fransiskan bertambah banyak jumlahnya di Italia, Spanyol, Jerman dan Hungaria. Pada tahun 1219 anggotanya sudah 5000 orang. Melirlat perkembangan yang menggembirakan ini maka pada tahun 1222, Paus Honorius III (1216-1227) secara resmi mengakui komunitas religius Fransiskan beserta aturan hidupnya. Pada tahun 1223, Fransiskus merayakan Natal di daerah Greccio. Upacara malam Natal diselenggarakan di luar gereja. Dia rnenghidupkan kembali. gua Betlehem dengan gambar-gambar sebesar badan. Penghormatan kepada Kanak-kanak Yesus yang sudah menjadi suatu kebiasaan Gereja dipopulerkan oleh Fransiskus bersama para pengikutnya.
Pada umur 43 tahun ketika sedang. berdoa di bukit La Verna sekonyong-konyong terasa sakit di badannya dan muncul di kaki dan tangan serta lambungnya luka-luka yang sama seperti luka-luka Yesus. Itulah ‘stigmata’ Fransiskus. Luka-luka itu tidak pernah hilang seliingga menjadi sumber rasa sakit dan kelemahan tubuhnya. Semenjak peristiwa ajaib itu, Fransiskus mulai mengenakan sepatu dan mulai menyembunyikan tangan-tangannya di balik jubahnya.
Fransiskus dikagumi orang-orang sezamannya bahkan hingga kini karena berbagai karunia luar biasa yang dimilikinya. Ia dijuluki “Sahabat alam semesta” karena cintanya yang besar dan dalam terhadap alam ciptaan Tuhan. Semua ciptaan menggerakkan jiwanya untuk bersyukur kepada Tuhan dan memuliakan keagunganNya. Seluruh alam raya beserta isinya benar-benar berdamai dengan Fransiskus. Ia dapat berbincang-bincang dengan semua ciptaan seperti layaknya dengan manusia. Semua disapanya sebagai ‘saudara’: saudara matahari, saudari bulan, saudara burung-burung, dll. Ia benar-benar menjadi sahabat alam dan binatang.


Lama kelamaan kesehatannya semakin menurun dan pandangan matanya mulai kabur. Dalam kondisi itu, ia menyusun karyanya yang besar “Gita Sang Surya.” Salah satu kidung di dalamnya, yang melukiskan tentang ‘keindahan saling mengampuni’ dipakainya untuk mendamaikan Uskup dengan Penguasa Asisi yang sedang bertikai. Ia diminta untuk mendamaikan keduanya. Untuk itu ia menganjurkan agar perdamaian itu dilakukan di halaman istana uskup bersama beberapa imam dan pegawai kota. Ia sendiri tidak ikut serta dalam pertemuan perdamaian itu. Namun ia mengutus dua orang rekannya ke sana dengan instruksi untuk menyanyikan lagu “Gita Sang Surya”, yang telah ia tambahi dengan satu bagian tentang ‘keindahan saling mengampuni’. Ketika mendengar nyanyian yang dibawakan dengan begitu indah oleh dua orang biarawan Fransiskan itu, Uskup dan Penguasa Asisi itu langsung berdamai tanpa banyak bicara.
Menjelang tahun-tahun terakhir hidupnya, ia mengundurkan diri. Sebab, di antara saudara-saudarariya seordo terjadilah selisihpaham mengenai penghayatan hidup miskin seperti yang dicintai dan dihayatinya sendiri.  Pada tanggal 3 Oktober 1226 dalam umur 44 tahun, Fransiskus meninggal dunia di kapela Portiuncula. Dua tahun berikutnya, ia langsung dinyatakan ‘kudus’ oleh Gereja.
Para pengikutnya kemudian melanjutkan karya cinta kasihnya dengan semangat kerendahan hati dan meneruskan kerinduannya untuk memanggil semua orang menjadi pengikut Kristus yang sejati. Fransiskus adalah orang kudus besar yang dikagumi Gereja dan seluruh umat hingga kini. Bahkan Paus kita saat ini mengambil nama Fransiskus karena teladan dari St Fransiskus Asisi ini. Kebesarannya terletak pada dua hal berikut: kegembiraannya dalam hidup yang sederhana, menderita lapar dan sakit, dan pada cintanya yang merangkul seluruh ciptaan. Ketika Gereja menjadi lemah dan sakit karena lebih tergiur dengan kekayaan dan kekuasaan duniawi, Fransiskus menunjukkan kembali kekayaan iman Kristen dengan menghayati sungguh-sungguh nasehat-nasehat dan cita-cita Injil yang asli: kerendahan hati, kemiskinan dan cinta!
Santo Fransiskus adalah santo pelindung binatang dan anak-anak. Pestanya dirayakan setiap tanggal 4 Oktober.

Referensi :Yesaya , www.imankatolik.or.id



DOA ST. FRANSISKUS DARI ASSISI
TUHAN, jadikanlah aku pembawa damai.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.

Ya Tuhan Allah,
ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur;
mengerti daripada dimengerti;
mengasihi daripada dikasihi;
sebab dengan memberi kita menerima;
dengan mengampuni kita diampuni,
dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam Hidup Kekal.
Amin.