Selasa, 08 Desember 2015

Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Dosa, 08 Desember

Tahun Yubileum Agung Kerahiman Allah


Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau!"
Ada tiga peristiwa penting dalam hidup kita hari ini sebagai anggota Gereja Katolik di Keuskupan Agung Semarang .

Pertama, dalam konteks global Gereja Katolik di dunia, kita merayakan dua peristiwa iman yang mengagumkan. Hari ini adalah Hari Raya St. Maria Dikandung Tanpa Dosa. Ini merupakan salah satu hari raya penting terkait dengan St. Maria yang dirayakan dalam penanggalan liturgi Katolik Roma yang dirayakan di seluruh dunia.

Kedua, dalam konteks global Gereja Katolik, hari ini juga merupakan hari pertama Tahun Yubileum Agung Kerahiman Allah sebagaimana diumumkan oleh Paus Fransiskus. Peristiwa iman ini dimulai pada hari ini, 08 Desember 2015, dan akan berakhir pada tanggal 20 November 2016, pada Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam, dan yang menghadirkan wajah kerahiman Allah.

Ketiga, dalam konteks lokal Keuskupan Agung Semarang (KAS), hari ini merupakan hari yang istimewa. Sebagaimana diwasiatkan oleh Mgr. Johannes Pujasumarta sebelum wafatnya, kita diminta untuk mempromulgasikan (mengumumkan), Rencana Induk KAS atau disingkat RIKAS 2016-2035. Kita diundang untuk mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman. Hari ini adalah hari promulgasi RIKAS 2016-2035.

Maka, dalam ketiga konteks itulah, kita berdoa semoga kita dapat hidup penuh rahmat seperti dialami oeh St. Maria, ibunda Yesus Kristus dan bunda kita pula.
Persis pada hari ini, 161 tahun yang lalu, yakni pada tanggal 8 Desember 1854, Paus Pius IX mengumumkan "bahwa perawan tersuci Maria sejak saat pertama perkandungannya oleh rahmat yang luar biasa dan oleh pilihan Allah yang mahakuasa juga karena puteranya Yesus Kristus, Penebus umat manusia, telah dibebaskan dari segala noda dosa asal.
Empat tahun kemudian, pada tanggal 25 Maret 1858, pada penampakannya yang ke-16 kepada St. Bernadette di Lourdes, Bunda Maria sendiri mengatakan "Que soy era Immaculada Concepciou (Akulah yang Dikandung Tanpa Noda).? Dengan demikian, semakin kuatlah ajaran iman Gereja mengenai Santa Maria yang dikandung tanpa noda.

Teristimewa pada hari ini, Paus Fransiskus membuka Tahun Suci Kerahiman dan sekaligus membuka Pintu Suci (Holly Door/Porta Santa)yang merupakan pintu masuk di ujung utara Basilika St. Petrus*: "Saya akan bersukacita membuka Pintu Suci pada Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Pada hari itu, Pintu Suci akan menjadi sebuah pintu kerahiman, di mana siapa pun yang masuk akan mengalami kasih Allah yang menghibur, mengampuni dan menanamkan harapan" (MV 3). Paus menegaskan bahwa "Hari raya liturgis ini mengingatkan kita pada tindakan Allah sedari awal sejarah umat manusia. Setelah dosa Adam dan Hawa, Allah tidak meninggalkan manusia sendirian dalam pergulatannya dengan kejahatan. Maka, Ia memalingkan pandangan-Nya kepada Maria, yang kudus dan tak bernoda dalam kasih (bdk. Ef 1:4), memilihnya untuk menjadi Bunda Sang Penebus manusia. Ketika dihadapkan dengan gentingnya dosa, Allah menanggapi dengan kepenuhan kerahiman. Kerahiman akan selalu lebih besar dari dosa apapun, dan tidak ada seorang pun yang dapat menempatkan batasan-batasan kasih Allah yang selalu siap untuk mengampuni"


SEMUA manusia lahir di dalam belenggu dosa asal yang diwariskan Adam dan Hawa. Oleh karena itu, semua manusia dinyatakan ‘berdosa’ sejak lahir. Oleh karena warisan dosa asal itu melekat erat pada kemanusiaan kita, kita tampaknya lebih cenderung dan mudah untuk berdosa dan melakukan kejahatan daripada melakukan kebajikan-kebajikan. Kita kelihatan lamban sekali melakukan kebajikan-kebajikan. Kita lebih cenderung menjauhi Tuhan daripada mendekatiNya untuk menikmati kebaikan dan cintaNya.

Gereja merayakan ‘perkandungan Maria tanpa noda dosa’ untuk mengingatkan kepada seluruh umat betapa luhurnya martabat Maria sebagai Bunda Penebus. Maria adalah satu-satunya manusia yang dikecualikan Allah dari warisan Adam itu. Sesungguhnya dara murni ini adalah manusia biasa sama seperti kita; ia juga keturunan Adam. Sebagaimana kita, ia pun hidup di dalam dunia yang penuh dosa ini. Namun ia punya keistimewaan yang tidak dimiliki siapa pun juga. Ia sudah sejak awal ditentukan Allah untuk menjadi Bunda PuteraNya, Sang Penebus dunia. Ia ditentukan untuk melahirkan Yesus, Anak Allah, dan karena itu sejak awal hidupnya, ia dipersiapkan untuk mengemban tugas luhur ini.

Melalui dialah, Tuhan menyalurkan rahmat penyelamatanNya kepada manusia. Tuhanlah sumber rahmat, sedang Maria hanyalah ‘saluran’nya. Sebagai saluran rahmat Allah bagi manusia, maka sudah selayaknya Maria itu penuh rahmat dan suci tak bercela. Demikian ia ditebus dengan cara yang paling sempurna: diperkandungkan tanpa noda dosa, suci dan tak bercela di hadapan Allah.
Seperti diwartakan dalam Injil pada hari ini, malaikat Gabriel memberi salam kepada Maria sebagai sosok yang penuh rahmat. Allah telah memilih dia menjadi bunda bagi sang Juruselamat, Yesus Kristus. Sesungguhnya, Allah memberikan kepada kita rahmat dan Allah memanggil kita untuk menanggapi dengan kehendak, ketaatan, dan ketakwaan yang sama seperti yang dilakukan St. Maria.


Dalam rahim Maria, Perawan yang murni, Allah menemukan singgasana yang pantas bagi PuteraNya. Oleh karena itu, bersama Bunda Maria, marilah kita melangkah memasuki pintu kerahiman Tuhan.
Melalui Maria kutuk dosa diganti dengan berkat bagi manusia. Oleh karena itu, pada hari raya ini patutlah kita berdoa: “Ya Maria, dengan senang hati kami merenungkan rahasia kepilihanmu menjadi Bunda Penebus. Engkau telah dibebaskan Allah dari kutuk dosa yang telah menimpa umat manusia. Jiwamu diperkaya dengan rahmat Allah dan memancarkan semarak kemuliaan Allah. Ya Maria yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami yang berlindung kepadamu.” Ya Maria, engkau yang dikandung tanpa noda, sucikanlah badanku dan kuduskanlah jiwaku. Amin.
Sumber: www.imankatolik.com, Rm Agus Widodo Pr, Rm Aloys Budi P Pr


*Menurut tradisi Katolik yang dimulai sejak 700 tahun lalu, Holly Door/Porta Santa dibuka 25 tahun sekali dan dirayakan sebagai Tahun Suci

Tidak ada komentar:

Posting Komentar