Minggu, 24 Juli 2016

Santo Syarbel Makhlouf

RIWAYAT PARA ORANG KUDUS SANTO SANTA. 
Santo~Santa 24 Juli.



Santo Sharbel Makhlouf (Arab: مار شربل) lahir pada tanggal 8 Mei 1828  dengan nama Youssef Antoun Makhlouf di Bekaa Kafra Libanon.  Ia adalah seorang rahib, mistikus dan imam Gereja Katolik Maronit berkebangsaan Libanon yang dikanonisasi sebagai santo oleh Paus Paulus VI.  Gereja Katolik Maronit adalah salah satu dari Gereja-Gereja Katolik Timur yang berada dalam persekutuan penuh dengan Tahta Suci Roma.

Youssef Antoun Makhlouf adalah seorang anak yatim piatu. Ayahnya wafat ketika ia masih berumur tiga tahun dan ia lalu diasuh oleh pamannya.  Di usia 23 tahun, Youssef masuk Biara St. Maron di Annaya, Libanon, dan menggunakan nama biara 'Syarbel' menurut nama seorang martir Gereja Maronit di abad ke-2. Youssef mengucapkan kaul-kekalnya pada tahun 1853 dan ditahbiskan sebagai seorang imam enam tahun kemudian.

Seturut teladan dari St. Maron (bapa Gereja Maronit), romo Syarbel menjalani hidup yang sangat suci.  Ia memilih untuk mengamalkan hidup sebagai pertapa dengan amat keras. Ia bermatiraga, makan sedikit, tidur di lantai yang keras, dan menghabiskan berjam-jam lamanya dalam doa. Sejak tahun 1875 sampai pada akhir hidupnya di tahun 1898, romo Sharbel menjadi seorang yang sepenuhnya mengasihi Yesus.  Kesuciannya membuat orang-orang mendatanginya untuk minta diberkati dan minta didoakan. Selama hidupnya romo Syarbel hampir tidak pernah meninggalkan pertapaannya. Ia hanya sesekali terlihat meninggalkan pertapaannya saat para superiornya meminta ia untuk menerimakan sakramen-sakramen di desa-desa terdekat. Dan bila orang suci ini muncul didesa maka penduduk desa akan berbondong-bondong mengikutinya, memohon doa dan berkahnya.

Pada 16 Desember 1898, romo Syarbel terserang suatu penyakit sewaktu merayakan Misa Kudus. Dia meninggal dunia pada malam Natal tahun 1898, dan dimakamkan di pemakaman biaranya; Biara St. Maron di Annaya. Beberapa bulan kemudian, sinar-sinar cemerlang terlihat memancar di sekitar makamnya. Dari tempat itu, jenazahnya, yang masih terus mengeluarkan keringat dan darah, dipindahkan ke dalam peti jenazah khusus. Rombongan-rombongan besar peziarah mulai berdatangan ke makamnya.

Pada 1925, beatifikasi dan kanonisasinya diajukan untuk diumumkan oleh Paus Pius XI. Pada 1950, makamnya dibuka di hadapan sebuah komisi khusus yang juga beranggotakan para dokter, yang memberi verifikasi akan keutuhan jenazahnya. Sesudah makamnya dibuka dan diperiksa, dilaporkan terjadi berbagai mukjizat yang berlipat ganda. Sekali lagi, khalayak ramai dari berbagai latar belakang agama mulai berbondong-bondong berziarah ke Biara Annaya untuk memohon syafaat tokoh suci itu. Beberapa mukjizat post-mortem dihubung-hubungkan dengannya, termasuk mukjizat-mukjizat yang terjadi pada 1927 dan 1950 ketika "keringat" darah mengucur dari jenazahnya, membasahi vestimentum yang dikenakan padanya. Makamnya telah menjadi sebuah tempat ziarah yang dikunjungi banyak orang, baik warga Libanon maupun non-Libanon, Kristiani maupun non-Kristiani.

Banyak kisah mukjizat yang terjadi dengan perantaraan Santo Syarbel. Salah satu mukjizat yang termasyhur adalah mukjizat yang dialami Nohad El Shami, seorang wanita tua berusia 55 tahun yang disembuhkan dari kelumpuhan sebelah tubuhnya. Pada malam hari tanggal 22 Januari 1993, Nohad El Shami bermimpi melihat dua orang rahib Maronit berdiri di sisi ranjangnya. Salah seorang diantaranya menumpangkan tangannya pada lehernya lalu melakukan suatu operasi yang membebaskannya dari rasa sakit sementara yang seorang lagi memegang bantal di bawah punggungnya.  Ketika terbangun, Nohad mendapati dua luka pada lehernya, satu luka pada masing-masing sisi. Dia sembuh sepenuhnya dan dapat berjalan lagi. Dia meyakini bahwa Santo Syarbellah yang melakukan operasi tersebut namun tidak dapat mengenali rahib yang satunya lagi. Malam berikutnya, dia kembali bermimpi melihat Santo Syarbel yang berkata padanya: "Saya mengoperasimu agar orang-orang melihatnya dan kembali pada iman. Saya memintamu untuk mengunjungi pertapaan pada tanggal 22 setiap bulan, dan menghadiri Misa dengan teratur seumur hidupmu". Rahib yang kedua menurut keyakinan banyak orang adalah Santo Maron. Sejak saat itu, sesuai permintaan Santo Syarbel, orang-orang berhimpun setiap bulan pada tanggal 22 untuk berdoa dan merayakan Misa di pertapaan Santo Syarbel di Annaya.

Pada tanggal  5 Desember 1965,  Paus Paulus VI memimpin upacara beatifikasi sang pertapa suci  pastor Syarbel Makhluof sewaktu penutupan Konsili Vatikan II. Dua belas tahun kemudian, tanggal 9 Oktober 1977  Paus yang sama memaklumkan Beato Syarbel Makhlouf sebagai Santo. Saat itu bapa suci menjelaskan bahwa St.Sharbel dengan cara hidupnya mengajarkan kepada kita jalan sejati kepada Tuhan. Beliau mengatakan bahwa budaya kita saat ini memuliakan kekayaan dan kenikmatan dunia. Tetapi Santo Sharbel adalah sebaliknya. Ia mengajarkan kepada kita melalui teladan hidupnya, nilai – nilai spiritual dalam kemiskinan, matiraga dan doa.

Dari antara sekian banyak mukjizat yang terjadi dengan perantara Santo Syarbel, Gereja memilih dua mukjizat untuk mengumumkan beatifikasinya (Mukjizat juga merupakan syarat dalam proses beatifikasi dan kanonisasi), dan satu lagi mukjizat untuk kanonisasinya. Ketiga mukjizat tersebut adalah :  Kesembuhan Suster Maria Abel Kamari dari Tarekat Dua Hati Kudus, Kesembuhan Iskandar Naim Obeid dari Baabdat, dan Kesembuhan Maryam Awad dari Hammana.

Referensi :Yesaya - Saints.SQPN.com - Wikipedia

(†)  © mch
Fb: Michael Christiano Hady

Minggu, 03 Juli 2016

Santo Thomas, Rasul

Santo Santa 3 Juli


Thomas lahir di Galilea dan dikenal sebagai salah seorang dari Keduabelas Rasul Yesus. Perihal tempat dan waktu dia dipilih menjadi Rasul tidak dibeberkan di dalam Injil-injil. Banyak keterangan tentang pribadinya dapat kita temukan di dalam Injil Yohanes. Thomas-yang disebut juga ‘Didimus’ (artinya: kembar)-adalah seorang nelayan pembantu. Ia tidak memiliki perahu sendiri seperti Petrus dan Andreas. Hidupnya hampir selalu serba kurang. Hal inilah yang membuat dia bersikap selalu hati-hati, pesimis dan cepat menyangka akan terjadi hal yang buruk atas dirinya. Banyak orang yang mempunyai gambaran yang kurang tepat tentang Thomas. Meskipun demikian, Thomas dikenal berani.

Thomas hadir dalam peristiwa pembangkitan Lazaurus dan Perjamuan Terakhir. Di antara keduabelas Rasul, Thomas dikenal sebagai orang yang tidak mudah mempercayai sesuatu. Sikapnya ini terlihat dengan sangat jelas dalam kaitannya dengan peristiwa penampakan Yesus setelah kebangkitanNya (Yoh 20:24-29). Oleh karena itu di kalangan umat sering terdapat gambaran yang kurang baik tentang Thomas. Setiap kali namanya disebut, yang terbayang di benak mereka adalah seorang rasul yang tidak mau percaya kepada sesuatu hal yang belum disaksikannya sendiri.

Ketika Yesus mendengar bahwa Lazaurus meninggal dunia, Ia berkeputusan untuk kembali ke Yudea, pada hal baru saja orang mau melempariNya dengan batu di daerah itu. Sesudah para Rasul gagal menahan Yesus, Thomas dengan tegas mengajak: “Ayo, kita pergi juga! Biarlah kita mati bersama-sama dengan Dia”. Thomas tak mau membiarkan Yesus pergi sendirian menantang bahaya. Thomas seorang yang terus terang, polos dan tidak malu-malu menyatakan ketidaktahuannya. Pada Perjamuan Terakhir, ketika Yesus berpamitan, Thomas bertanya dengan polos: “Kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan kesitu?” Keraguan Thomas ini mengundang Yesus untuk menyingkap rahasia Tritunggal yang mendalam itu: “Akulah jalan, Kebenaran dan Hidup. Tak seorang pun datang kepada Bapa tanpa melalui Aku. Kalau kamu mengenal Aku, kamu juga menganal BapaKu”. Sikap ragu-ragu Thomas tampak jelas sekali dalam sikapnya terhadap berita penampakan Yesus kepada para Rasul: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku kedalam lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Tentang sikap Thomas ini, Santo Agustinus menulis: “Dengan pengakuannya dan dengan menjamah luka Tuhan, ia sudah mengajarkan kepada kita apa yang harus dan patut kita percayai. Ia melihat sesuatu dan percaya sesuatu yang lain. Matanya memandang kemanusiaan Yesus, namun imannya mengakui Ke-Allah-an Yesus, sehingga dengan suara penuh gembira tercampur penyesalan mendalam, ia berseru: Ya Tuhanku dan Allahku”.
Kepadanya Yesus bersabda: “Karena kau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya “. Kata-kata Yesus ini masih berkumandang aktual hingga dewasa ini.

Tentang karya kerasulan Thomas sesudah itu, Kitab Suci tak menyebutkan apa-apa lagi. Juga tidak ada sepucuk surat peninggalan Thomas yang sampai kepada kita. Menurut tradisi, yang dibeberkan Santo Ambrosius dan Hieronimus, Thomas menyebarkan kabar gembira ke arah Timur dengan mengikuti jalan para pedagang, yaitu ke Sirya, Armenia, Persia dan India. Dekat Madras, di kota Malaipur, Thomas menerima mahkota kemartirannya. Orang Kristen India Selatan, lebih-lebih di sepanjang pantai Syro-Malabar, percaya bahwa Thomas menobatkan Raja Gondaphur dan bahwa mereka keturunan orang-orang Kristen abad pertama. Thomas mati ditusuk tombak, dan relikiunya masih tetap ada sewaktu makamnya dibuka kembali pada tahun 1523.

St Thomas doakanlah kami

Sumber : www.imankatolik.or.id

Khusus gambar : www.katakombe.net

Selasa, 21 Juni 2016

Santo Aloysius Gonzaga (Luigi Gonzaga)

RIWAYAT PARA ORANG KUDUS SANTO SANTA.
Santo~Santa 21 Juni.

Aloysius (Luigi) Gonzaga, santo pelindung pemuda pemudi Katolik, dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1568 di Lombardia Italia. Ia merupakan anak sulung dari keluarga pangeran Castiglione. Karena ia begitu penuh semangat hidup, ayahnya berangan-angan agar kelak ia menjadi seorang perwira militer yang hebat.

Ketika Luigi baru berumur lima tahun, ayahnya mengajaknya ke kemah para tentara. Di sana, Luigi kecil ikut berarak dalam barisan. Suatu hari, ia bahkan berhasil mengisi dan menembakkan senapan ketika pasukan tentara sedang beristirahat. Ia juga belajar umpatan dan kata-kata kasar dari para prajurit. Ketika mengetahui apa arti kata-kata tersebut, Aloysius merasa menyesal bahwa ia telah mengucapkannya.

Setelah remaja, Aloysius dikirim ke istana-istana para raja dan pangeran. Kelicikan, kedengkian dan kecemaran merupakan hal biasa di sana. Tetapi, dari semuanya itu hanya membuat Aloysius lebih berhati-hati dan tetap hidup sesuai tanggung jawab Kristianinya.

Ketika Aloysius berumur enam belas tahun, ia memutuskan untuk menjadi seorang imam Yesuit. Ayahnya sangat menentang keinginannya itu. Tetapi, setelah tiga tahun, akhirnya ia mengijinkannya juga.

Tinggal didalam biara, pangeran muda Aloysius wajib melakukan pekerjaan-pekerjaan berat dan kasar. Ia juga melayani di dapur dan mencuci piring-piring kotor. Dan ia tidak pernah mengeluh. Ia biasa mengatakan, “Aku ini sepotong besi yang bengkok. Aku datang kepada agama agar dijadikan lurus oleh palu penyangkalan diri dan laku tobat.”

Pada awal tahun 1591, terjadilah wabah penyakit pes dan kelaparan di Italia. Aloysius mengumpulkan dana dengan mengemis di Roma bagi daerah-daerah yang terkena wabah. Aloysius bekerja langsung merawat orang-orang sakit, mengangkut orang-orang yang hampir mati di jalan raya, membawanya ke rumah sakit, memandikan mereka dan memberi mereka makan serta mempersiapkan mereka untuk penerimaan sakramen-sakramen. Keadaan jasmaninya berontak ketika berhadapan dengan penyakit, darah dan segala yang kotor berbau. Sekalipun demikian Aloysius mengatasi rasa jijik itu untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. Ia melayani orang-orang sakit hingga akhirnya penyakit pes itu menyerangnya juga.

St.Aloysius Gonzaga wafat ketika baru berusia 23 tahun dan dimakamkan di Gereja Anunciata, di samping Kolese Roma. Di kemudian hari, jenazahnya dipindahkan ke Gereja Santo Ignatius. Di sana jenazahnya semayamkan sampai hari ini. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Benediktus XIII pada tahun 1726.

Referensi :Yesaya - Saints.SQPN.com - Wikipedia ;  https://www.facebook.com/Para-Orang-Kudus-Santo-Santa-230668040624456/?ref=bookmarks
Fb Michael Christiano Hady
(†)  © mch

Sabtu, 04 Juni 2016

Sabtu Pertama

Devosi Sabtu Pertama untuk Pemulihan
oleh: P. Francis J. Peffley

Pada tanggal 13 Juli 1917, Bunda Maria menampakkan diri untuk ketiga kalinya kepada anak-anak dariFatima: Jacinta Francisco, dan Lucia. Bunda Maria memperlihatkan kepada merekasuatu penglihatan yang amat mengerikan tentang neraka dan berkata: “Kalian telah melihat neraka, ke mana jiwa-jiwa para pendosa yang malang itu akan pergi.

Untuk menyelamatkan mereka, Tuhan menghendaki agar di dunia diadakan devosi kepada Hati-ku Yang Tak Bernoda….. Aku akan datang untuk meminta Komuni pemulihan pada hari Sabtu Pertama.”Pada tanggal 10 Desember 1925, Bunda Maria menampakkan diri bersama Kanak-kanak Yesus kepada Lucia, yang pada waktu itu menjadi postulan(masa percobaan, persiapan masuk biara sebelum masa novisiat) Dorothean di Pontevedra, Spanyol. Bunda Maria berkata kepada Lucia: “Puteriku, pandanglah Hati-ku yang dikelilingi oleh duri-duri, yang setiap saat ditusukkan oleh orang-orang yang tidak tahu berterimakasih, dengan hujatan-hujatanserta rasa tidak tahu terimakasih mereka. Setidak-tidaknya engkau, berusahalah untuk menghiburku, dan menyebarluaskan bahwa aku berjanji untuk menolong pada saat ajal dengan segala rahmat yang dibutuhkan bagi keselamatan jiwa, kepada mereka semua yang pada Sabtu Pertama selama lima bulan berturut-turut: pergi menerima Sakramen Tobat, menerima Komuni Kudus, mendaraskan lima peristiwa Rosario, serta menemaniku selama 15 menit dengan merenungkan peristiwa-peristiwa Rosario, dengan ujud untuk pemulihan Hati-ku Yang Tak Bernoda.Bayi Yesus menampakkan diri kepada Lucia kembali pada tahun 1926 dan, atas permintaannya, Yesus memberikan persetujuan bahwa “praktek devosi ini dapat dilakukan pada hari Minggu sesudah Sabtu Pertama, karena alasan-alasan tertentu, selama para imam mengijinkan.”

Yesus juga mengatakan kepada Lucia bahwa Sakramen Tobat dapat dilakukan dengan tenggang waktu delapan hari darihari devosi, asalkan orang tersebut berada dalam keadaan rahmat. Di Vatikan, Paus Yohanes Paulus II secara pribadi memimpin doa Rosario pada hari Sabtu Pertama pada waktu menerima-Nya, dengan ujud untuk mempersembahkannya bagi pemulihan Hati Maria Yang Tak Bernoda.

Dalam penampakan Tuhan Yesus selanjutnya pada tahun 1930, Lucia bertanya kepada-Nya mengapa Ia menghendaki devosi lima Sabtu pertama, dan bukannya sembilan atau tujuh sebagai penghormatan atas Tujuh Duka Maria. “Puteri-Ku,” jawab-Nya, “alasannya sederhana.” Yesus mengatakan kepada Lucia bahwa ada lima jenis penghinaan serta hujatan yang dilontarkan terhadap Hati Maria Yang Tak Bernoda:

1.Hujat menentang Maria Yang Dikandung Tanpa Dosa

2.Hujat menentang Maria tetap perawan selamanya

3.Hujat menentang Maria Bunda Allah serta menolak untuk menerima Maria sebagai Bunda segenap umat manusia

4.Hujat yang dilakukan oleh mereka yang berusaha secara terang-terangan menanamkan rasa acuh, benci serta memandang hina Bunda Yang Dikandung Tanpa Dosa dalam hati anak-anak.

5.Hujat yang dilakukan oleh mereka yang menghina Bunda Maria secara langsung dengan gambar-gambar kudusnya.Suster Lucia, dalam sepucuk surat kepada ibunya, menekankan akan pentingnya Devosi Sabtu Pertamasebagai sarana untuk memberikan penghiburan kepada Bunda Maria.

Sr Lucia menulis: “Saya berharap bahwa ibu akan menjawab saya dengan mengatakan bahwa ibu mempraktekan devosi Sabtu pertama serta melakukannya dengan cara yang terbaik, sehingga semua orang yang datang ke rumah ibu turut mempraktekkannya pula. Ibu tidak akan pernah dapat memberikan penghiburan kepadaku yang lebih besar daripada ini….Hiburlah Bunda Surgawi kita dengan devosi Sabtu pertama serta berusahalah agar orang-orang lain pun ikut menghibur Bunda Maria juga, dan dengan berbuat demikian, ibu akan membuatku amat bahagia.”Ketika kita memenuhi segala persyaratan sederhana yang diminta bagi devosi Sabtu Pertama dengan semangat pemulihan, kita membantu meringankan penderitaan yang diakibatkan oleh penghinaan-penghinaan terhadap Hati Maria Yang Tak Bernoda.

Kita juga memperoleh keuntungan dari penyembuhan Tuhan atas dosa, dan kita mulai mengikuti jalan damai-Nya.Pada saat ini, dilakukan usaha di seluruh dunia untuk menjawab permintaan Tuhan Yesus dan Bunda Maria atas devosi Lima Sabtu Pertama untukPemulihan. Di Amerika Serikat, di setiap keuskupan dilakukan usaha untuk memulai devosi Sabtu Pertama di setiap paroki, dan di banyak paroki di Amerika Serikat praktek devosi ini telah dilakukan.

Sesungguhnya orang banyak dapat melihat perubahan-perubahan yang menggembirakan yang terjadi di Eropa Timur dan belahan-belahan bumi lainnya sebagai hasil dari meningkatnya praktek devosi Sabtu Pertama atas permintaan Bunda Maria dari Fatima. Keikutsertaan dalam devosi Sabtu Pertama dapat dilakukan baik secara bersama-sama maupun secara pribadi. Jika devosi dilakukan secara bersama-sama, Rosario dapat didaraskan sebelum atau sesudah Misa Sabtu pagi atau Misa Sabtu sore. Renungan akan peristiwa-peristiwa Rosario dapat dilakukan secara pribadi.



sumber :"The First Saturdays of Reparation"by Father Peffley; Father Peffley's Web Site; www.transporter.com/fatherpeffley

“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Francis J. Peffley.”

Jumat, 06 Mei 2016

Tata Cara Berbusana dalam Gereja

Etika Berbusana di Gereja
oleh: P. A.G. Tri Budi Utomo *

“… tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Kor 6:19- 20).
offshoulder
tank top

baju tipis (transparan)



hipster
rok mini
shorts

Meskipun jaman sudah modern, namun diskusi tentang kesopanan (etiket) dalam penampilan ketika beribadah tetaplah hangat dibicarakan. Kesopanan atau etika dalam penampilan adalah cerminan penghargaan diri terhadap martabat diri dan siapa yang dihadapi. 

Nampaknya ada gejala yang cukup signifikan bahwa masyarakat kita sedang mengidap wabah yang bernama "INYORANSIA" (ignorantia), artinya: ketidakmampuan membedakan dalam menempatkan diri pada suatu keadaan / ruang. Misalnya, tidak tahu membedakan antara: ruang publik dan ruang privat, urusan bisnis dan pelayanan, urusan beribadah dan rekreasi, ekaristi dan hiburan, terhadap orang tua dan terhadap teman, terhadap Tuhan dan terhadap manusia, dan sebagainya. Terhadap gejala tersebut ada orang yang berpendapat bahwa itu merupakan tanda (sinyal) memudarnya peran orangtua sebagai pembentuk kepribadian anak, ada yang berpendapat bahwa institusi pendidikan yang semakin pragmatis dan materialistis, ada juga yang berpendapat bahwa budaya sensualisme telah meresapi semua aspek kehidupan, atau telah terjadi merosotnya penanaman nilai dalam institusi keagamaan.

Katekismus Gereja Katolik (nomor 1387) menasihatkan Supaya kita mempersiapkan diri secara wajar / layak (properly) untuk menerima Sakramen Ekaristi. Umat beriman perlu memperhatikan pantang serta sikap (gerak-gerik, pakaian) selama beribadah sehingga terungkap penghormatan, kekhidmatan, dan kegembiraan yang sesuai dengan saat di mana Kristus bersatu dengan kita. Kristus menjadi tamu agung sekaligus tuan (bahkan Tuhan) kita.

Gereja adalah bait kudus. Dari kata Ibrani 'Qadosh', artinya dikhususkan, bukan hal yang generik disama-ratakan dengan tempat lain pada umumnya. Ruang kudus berarti ruang itu memang disepakati dan difungsikan sebagai KHUSUS bagi Tuhan, sehingga segala peralatan dan perilaku dan penampilan juga disiapkan secara khusus. Dipilih menjadi istimewa memang karena khusus untuk Tuhan, dengan kata lain 'hak milik Tuhan'. Maka hari Sabat dan hari-hari raya keagamaan disebut sebagai hari kudus karena pada hari tertentu itu seluruh waktu di-KHUSUS-kan bagi Tuhan. Maka tidak mengherankan di tempat-tempat suci / keramat (di Yerusalem, di Bali, bahkan juga ada kesaksian di beberapa gereja Katolik di China) yang menyediakan peminjaman kain penutup / scarf bagi pengunjung yang memakai celana pendek, rok mini atau tank-top. Ini adalah masalah kelayakan dan sikap penghormatan terhadap martabat tertentu.

Seorang perancang busana terkemuka, Anne Avantie, sering kali memberi ceramah di berbagai gereja karena dia prihatin tentang cara berbusana yang kurang tepat dari para jemaat. Menurutnya sudah saatnya Gereja memberikan perhatian khusus untuk membenahi umat dalam etika berbusana ketika memasuki rumah Tuhan. Pada tanggal 24 September 1956, Vikjen Vatican era Paus Pius XII mengeluarkan edaran yang mengatur tentang detail syarat pakaian yang dianggap layak untuk beribadah di gereja yakni baju berkerah terbuka tidak lebih dari dua jari dari pangkal leher menutup pundak (bahu) dan lengan dengan bawahan menutup lutut.

Adalah sungguh sangat baik kebiasaan di keluarga untuk mempersiapkan anak-anak sebelum berangkat pergi ke Misa dengan sikap lahir dan batin secara benar. Sejak anak-anak dijelaskan bahwa ke gereja adalah berkunjung ke rumah Tuhan, kalau ke pesta saja kita memilih baju yang pantas untuk pesta, maka ke gereja pun juga memilih baju yang pantas untuk menghadap Tuhan. Demikian pula bagaimana sikap kita ketika memasuki gereja dan ketika peribadatan berlangsung. Pengajaran semacam itu membangun kepribadian dan iman anak. Penampilan kita merupakan cermin bagaimana kita menempatkan Tuhan Yesus dalam diri kita.

Sikap hormat dan etika berpakaian tersebut tentu bukan hanya berlaku pada saat Misa Minggu tetapi juga pada saat Misa Harian, Perayaan Sakramen lain (misalnya pemberkatan pernikahan dan pengakuan dosa), saat doa / misa lingkungan, pendalaman iman dan ibadat devosional (gua Maria, adorasi, meditasi). Sangat bagus bahwa di kapel adorasi pastoran Yakobus disediakan kain / scarf penutup bagi yang memerlukan atau merasa bahwa pakaian yang dipakainya bisa mengganggu atau membiaskan sikap doa orang lain.

Dalam perdebatan tentang etika berpakaian seringkali berkembang pada sensitif gender (menyalahkan kaum wanita), yang salah sebenarnya mata yang melihat, yang penting adalah sikap batin, mengapa agama kok ngurusin masalah pakaian, terlalu kolot tidak mengikuti perkembangan jaman, dsb. Menekankan sisi batin (mengatakan: yang penting aku tidak bermaksud jahat!) dan menunjuk bahwa pihak lain yang salah, merupakan sikap yang tidak tepat dalam ajaran moral. Baik kalau kita menyimak bahwa tata lahir sama pentingnya dengan tata batin. Dalam ajaran Gereja dijelaskan bahwa sikap manusia ada tiga jenis: sikap kasih (charity), sikap salah (jahat, dosa atau sin / evil) dan sikap lalai (sin by omission) .

  Yang termasuk sikap kasih adalah:
a. mengatakan / melakukan kebenaran demi keselamatan, sukacita dan kesejahteraan;
b. mengingatkan sesama agar melakukan apa yang benar dan berkenan bagi Tuhan;
c. mewartakan ajaran iman agar sesama menjadi orang katolik yang lebih baik;
d. menolong sesama agar mereka semakin menghormati, mengalami sukacita dan mencintai Tuhan.

  Yang termasuk sikap jahat / salah adalah:
a. menyalahkan orang lain karena merasa senang / bangga jikalau dapat menyalahkan;
b. dengan sengaja: tahu, mau dan sadar melakukan sesuatu yang berlawanan dengan ketentuan yang berlaku;
c. menghalang-halangi orang lain untuk mengalami kebenaran, sukacita dan kasih Tuhan.

  Yang termasuk dosa kelalaian (sin by omission) adalah:
a. tahu tentang apa yang benar dan baik, tetapi memilih untuk tidak melakukan yang baik dan benar;
b. melakukan sesuatu yang menyebabkan / memudahkan orang lain jatuh dalam kesalahan / dosa;
c. membenarkan diri dengan menyalahkan orang / pihak lain

Kiranya masalah etika berpakaian dan perilaku salah di dalam gereja sangat sedikit orang yang dengan sengaja dan terencana memamerkan keindahan tubuh atau mode pakaian supaya orang lain (terutama yang masih dangkal iman) jatuh dalam pencobaan. Hemat saya, kebanyakan dari jemaat memang belum tahu (ignorantia) membedakan dan menempatkan diri karena sangat sedikit diajarkan, baik di lingkungan rumah tangga ataupun sekolah dan dalam pergaulan. Maka sangat baik jikalau kita mulai mengenal dan mengajarkan apa yang baik, benar dan berkenan bagi Allah. Hendaklah kita sekalian juga tidak jatuh dalam dosa kelalaian dengan tidak mewartakan apa yang baik dan benar ini. Mari kita mulai dari diri kita masing masing, dari keluarga kita lalu di paroki kita untuk saling mengingatkan satu sama lain. Mulai sekarang kita belajar menguduskan hati, tindakan, dan penampilan kita di saat kita menghadap Tuhan. Tentu ini bukan soal kemewahan dan mode pakaian, melainkan soal sikap penghormatan dan penghargaan akan martabat Tuhan yang kita sembah dan muliakan.

Tuhan memberkati setiap usaha baik Anda.


  CATATAN APLIKATIF:

1.  Atasan model offshoulder(baju model bahu terbuka) biasanya digunakan untuk ke pesta, dan akan kurang sopan apabila dikenakan ke gereja. Apalagi dengan potongan dada yang rendah. Juga tali bra yang seharusnya berfungsi sebagai pakaian dalam, malah ditampilkan di luar. Pundak dan bahu tertutup adalah pakaian yang sopan.
2.  Tank top atau baju singlet tanpa lengan, apapun alasan pemakaiannya sangatlah tidak tepat dikenakan ke gereja. Jika tetap akan dikenakan, lebih baik bila dikombinasikan dengan bolero, blazer, cardigan, selendang, atau scarf.
3.  Apabila akan menggunakan atasan dengan lubang di punggung dan tanpa lengan, atau baju dengan potongan dada rendah sebaiknya mengenakan scarf. Termasuk di sini pakaian di dalam pesta perkawinan hendaknya dibedakan dengan pakaian mempelai saat pemberkatan pernikahan di gereja. Tentu pakaian mempelai ketika menerimakan sakramen suci juga dipilih yang layak / pantas dengan menghiraukan ketentuan diatas.
4.  Celana hipster dengan atasan yang pendek, sehingga apabila berlutut atau duduk akan tampak bagian yang tidak layak dipertontonkan, tentulah sangat mengganggu orang yang ada di belakangnya.
5.  Baju tipis (kain transparan) yang memamerkan bentuk dan warna pakaian dalam, tidak layak untuk dipertontonkan di gereja. Juga baju yang ketat yang memperlihatkan lekuk tubuh seharusnya tidak dipakai saat beribadah.
6.  Bawahan yang pantas dipakai disarankan di bawah lutut, atau sekurang-kurangnya menyentuh lutut.
7.  Celana pendek tidak dikenakan kecuali oleh anak kecil. Namun adalah sangat mulia jikalau sejak kecil anak dilatihkan untuk memakai celana panjang saat pergi menghadap Tuhan di gereja.
8.  Sandal japit sudah menjadi pemahaman umum bukanlah alas kaki yang pantas untuk ke gereja.
9.  Topi yang tidak dimaksudkan dibuat untuk peribatan hendaknya tidak dipakai di dalam gereja.
10. HP sebaiknya dimatikan saat misa berlangsung. Tidak pada tempatnya menerima telepon, ber-SMS, apalagi bermain games dalam gereja.
11. Tempat untuk bersujud bukan merupakan alas untuk sepatu dan sandal.

Gambar:kaskus

Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya & PJS Pastor Kepala Paroki St Yakobus, Surabaya

Artikel dari http://www.indocell.net/yesaya/pustaka2/id590.htm

LIMA BELAS DOA KLASIK KEPADA ALLAH ROH KUDUS


Hari ini kita umat Katolik bisa memulai Novena Roh Kudus.

Mungkin, bagi banyak orang Katolik, Allah Roh Kudus adalah Pribadi yang paling jarang kita panggil nama-Nya. Ini bisa jadi karena kita hanya tahu Novena Roh Kudus yang panjang, dan tidak tahu doa-doa klasik kepada Roh Kudus yang lebih pendek namun tak kalah indah.

Berdoa kepada Roh Kudus tentu saja dapat dilakukan di luar Hari Raya Pentakosta. Bahkan kita dapat mendaraskan, misalnya, Doa Penyerahan Diri kepada Roh Kudus, setiap memulai hari supaya jalan dan pikiran kita selalu diterangi oleh-Nya.

Berikut adalah sekelumit harta karun kekayaan doa Gereja Katolik, yaitu lima belas doa klasik kepada Roh Kudus

1) DOA MOHON TUJUH KARUNIA ROH KUDUS

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah akal budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putera, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kaukuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterima kasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh Takut akan Allah, ajarilah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di mana pun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

*

2) DOA PENYERAHAN DIRI KEPADA ROH KUDUS
(St. Agustinus dari Hippo)

Berhembuslah dalam diriku, ya Roh Kudus,
agar segala pikiranku kudus.
Bertindaklah dalam diriku, ya Roh Kudus,
agar karyaku juga kudus.
Tariklah hatiku, ya Roh Kudus,
agar aku mencintai hanya yang kudus.
Teguhkanlah aku, ya Roh Kudus,
agar aku memperjuangkan segala yang kudus.
Peliharalah aku, ya Roh Kudus,
agar aku senantiasa kudus.

Amin.

*

3) DOA MOHON PERSATUAN DENGAN ROH KUDUS
(Santo Pius X)

Ya Roh Kudus, Cahaya dan Kasih,
kepada-Mu kupersembahkan hati, pikiran, dan kehendakku,
sekarang dan selamanya.

Semoga aku dapat lebih peka pada wahyu dari Tuhan,
dan pada pengajaran Gereja Katolik yang kudus,
di mana Engkaulah pemandu yang tidak dapat salah.

Semoga hatiku senantiasa berkobar
oleh kasih terhadap Allah dan kasih terhadap sesama.

Semoga kehendakku senantiasa selaras dengan Kehendak Ilahi.

Semoga hidupku dengan setia meneladani
kehidupan dan kebajikan Tuhan dan Penyelamatku, Yesus Kristus.

Kepada-Nya, bersama dengan Bapa,
dan Engkau, Roh Ilahi,
segala hormat dan kemuliaan selama-lamanya.

Amin.

*

4) DOA MOHON ROH KUDUS TETAP TINGGAL DI DALAM HATI
(St. Agustinus dari Hippo)

Ya Roh Kudus, Penasihat yang penuh kuasa, pengikat yang kudus antara Bapa dan Putera, harapan bagi mereka yang bersedih. Turunlah dalam hatiku dan tinggallah di dalamnya, nyalakan jiwaku yang nyaris padam dengan Kasih-Mu, agar aku dapat sepenuhnya menjadi milik-Mu. Aku percaya, bila engkau tinggal di dalam aku, Engkau juga akan menyiapkan tempat tinggal bagi Bapa dan Putera.

Oleh karenanya, berkenanlah datang kepadaku, Penasehat jiwa-jiwa yang ditinggalkan, Pelindung mereka yang membutuhkan. Bantulah aku dalam kelemahan dan dukunglah aku dalam kegoyahanku. Datang dan sucikan diriku, semoga Iblis tidak berniat memiliki diriku.

Engkau mengasihi yang bersahaja, dan menyingkirkan yang sombong. Datanglah kepadaku, kemuliaan orang yang hidup dan harapan orang mati. Tuntunlah diriku dengan karunia kasih-Mu, agar aku dapat senantiasa menyenangkan hati-Mu. Amin.

*

5) DATANGLAH, YA ROH KUDUS (VENI SANCTE SPIRITUS)

Datanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu.

V. Utuslah Roh-Mu, maka segala sesuatu akan diciptakan lagi.
R. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Marilah berdoa:

Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan terang Roh Kudus. Berilah supaya dalam Roh yang sama ini, kami senantiasa berpikir benar dan bijaksana, serta selalu gembira karena lipuran-Nya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

*

VERSI BAHASA LATIN:

Veni, Sancte Spiritus, reple tuorum corda fidelium: et tui amoris in eis ignem accende.

V. Emitte Spiritum tuum, et creabuntur.
R. Et renovabis faciem terrae.

Oremus:
Deus, qui corda fidelium Sancti Spiritus illustratione docuisti: da nobis in eodem Spiritu recta sapere; et de eius semper consolatione gaudere. Per Christum Dominum nostrum. Amen.

*

6) KEPADA ROH KUDUS MELALUI MARIA

Ya Roh Kudus, Roh Ilahi! Melalui perantaraan Santa Perawan Maria, mempelai-Mu, anugerahkanlah kepenuhan karunia-Mu ke dalam hati kami. Dengan penghiburan dan penguatan dari-Mu, semoga kami dapat hidup sesuai dengan Kehendak-Mu, dan meninggal dalam puji-pujian akan Kerahiman-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
Datanglah, ya Roh Kudus! Datanglah, melalui doa-doa yang berkuasa dari Hati Maria Tak Bernoda, mempelai-Mu yang amat Engkau kasihi!

*

7) DOA KEPADA ROH KUDUS UNTUK GEREJA

Ya Roh Kudus, Roh Pencipta, limpahkanlah karunia-Mu bagi Gereja Katolik; demi kuasa surgawi-Mu buatlah ia kuat dan kokoh dalam menghadapi serangan musuh-musuhnya, dan perbaharuilah dalam kasih dan rahmat roh-roh para pelayan-Mu yang telah Engkau urapi, supaya mereka boleh memuliakan-Mu bersama dengan Bapa dan Putera Tunggal-Nya, Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

*

8) YA ROH KUDUS

Ya Roh Kudus, Pelawat yang manis atas hatiku, tinggallah di dalam aku, dan buatlah aku selamanya tinggal di dalam Engkau. Amin.

*

9) DOA BAGI KESATUAN IMAN
(Raccolta #277)

Ya Roh Kudus, Roh Kebenaran, datanglah ke dalam hati kami; pancarkanlah terang-Mu yang gemilang ke atas bangsa-bangsa, supaya mereka dapat menyenangkan Engkau dalam kesatuan iman. Amin.

*

10) SERUAN KEPADA ROH KUDUS
(Untuk didaraskan setelah Misa atau Komuni)

Cahaya akal budi, terangilah aku
Api Ilahi di dalam hati, kobarkanlah aku
Kepenuhan jiwa-jiwa, penuhilah aku
Tuhan segala rahmat dan kehidupan, hidupilah aku
Dalam lembah duka ini, pandulah aku
Dalam kelemahanku, kuatkanlah aku
Dari kesalahan dan kejatuhan, bebaskanlah aku
Dengan Karunia Ilahi-Mu, luapilah aku
Dengan Keberadaan-Mu, hiburlah aku
Melalui karya Ilahi-Mu, kuduskanlah aku
Menjadi Yesusku, ubahlah aku
Dan ke dalam kemuliaan-Mu, bawalah aku
Supaya, setelah aku setia selama di bumi,
aku boleh mengalami kebahagiaan kekal di Surga, dalam pancaran sempurna dari kasih-Mu.
Amin.
Semoga rahmat Roh Kudus menerangi hati kita dan menyegarkan kita dengan manisnya kasih yang sempurna!
Ya Kasih yang tak berkesudahan, aku mengasihi Engkau; kuatkanlah dan lipatgandakan kasihku!
Ya Roh Kudus, Pelawat yang manis atas hatiku, tinggallah di dalam aku, dan buatlah aku selamanya tinggal di dalam Engkau. Amin.

*

11) DOA KEPADA ROH KUDUS
(Beata Miriam dari Yesus Kristus yang Tersalib)

Roh Kudus, ilhamilah aku
Kasih Allah, penuhilah aku
Di dalam jalan yang benar, pimpinlah aku
Maria bundaku, pandanglah aku
Dengan Yesus, berkatilah aku
Dari segala kejahatan, dari segala tipu daya,
Dari segala bahaya, lindungilah aku.

*

12) API ROH KUDUS
(Santa Hildegard dari Bingen, 1098-1179)

Api Roh Kudus, kehidupan dari hidup segala makhluk,
jalinan kekudusan, ikatan alam semesta,
gemerlap kasih, terang kemurnian,
cita rasa manis bagi pendosa —
sertailah kami dan dengarkanlah kami.

Perancang segala sesuatu,
cahaya yang telah bangkit,
kunci keselamatan,
kebebasan dari penjara gelap,
harapan segala bangsa, kemegahan kasih,
sukacita dalam kemuliaan dan hormat —
sertailah kami dan dengarkanlah kami.

*

13) KELUHAN KEPADA ROH KUDUS

Ya Roh Kudus, Penghibur yang lemah lembut, jiwaku mengeluh kepada-Mu! Hatiku haus akan Engkau! Hanya Engkaulah yang dapat mengenyangkan kerinduanku; hanya Engkau yang dapat membahagiakan aku. Janganlah Engkau menolak, Ya Mempelai Ilahi, tempat tinggal di dalam hatiku.
Hatiku tidak bersih, namun Engkau dapat memurnikannya.
Hatiku gelap, namun Engkau dapat meneranginya.
Hatiku sedih, namun Engkau dapat menghiburnya.
Hatiku lemah, namun Engkau dapat menguatkannya.
Hatiku dingin, namun Engkau dapat mengobarkannya.
Hatiku melekat pada keduniawian, namun Engkau dapat memenuhinya dengan keinginan akan surga.
Hatiku penuh dosa, namun Engkau dapat menghiasnya dengan kebajikan.
Hatiku tidak setia dan tersesat, namun Engkau dapat membuatnya patuh.

Datanglah, ya Roh Kudus, Bapa dari kaum miskin, datanglah dan penuhilah aku dengan kasih-Mu. Amin.
Bapa, ya Bapa, utuslah Sang Penghibur yang telah dijanjikan! Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

*

14) DOA SANTA GERTRUDE

Segala hormat dan kemuliaan bagi-Mu, ya Roh Kudus yang termanis, yang maha penghibur, yang tersejuk, yang terlembut, yang maharahim, yang maha pemurah. Ya Penghibur termanis bagi jiwa-jiwa beriman, penuhilah hati kami dengan tujuh rahmat dan karunia-Mu. Amin.

*

15) DATANGLAH YA ROH PENCIPTA (VENI CREATOR SPIRITUS)
(Puji Syukur 565)
(Indulgensi sebagian jika doa ini didaraskan atau dinyanyikan sebagai himne. Indulgensi penuh apabila didaraskan atau dinyanyikan pada tanggal 1 Januari atau Hari Raya Pentakosta)

Datanglah ya Roh pencipta
Hati kami kunjungilah
Penuhilah dengan rahmat-Mu
jiwa kami ciptaan-Mu

Kau digelari Penghibur,
karunia Allah yang luhur
Kau hidup, Api dan Kasih
dan pengurapan Ilahi

Dikau Sapta Karunia
dan tangan kanan Ilahi
Engkau yang Bapa janjikan
Kau pergandakan bahasa

Sinari hati umat-Mu
dan curahkanlah cinta-Mu
Semoga Dikau kuatkan
yang rapuh dalam tubuhnya

Halaulah musuh umat-Mu
Berilah kami damai-Mu
Agar dengan tuntunan-Mu
Kami hindarkan yang jahat

Buatlah kami mengenal
serta mengimani terus
Bapa dan Putra yang Tunggal
dan Engkau Roh keduanya

Dipujilah Allah Bapa
dan Putra yang sudah bangkit
serta Roh Kudus Penghibur
kini dan sepanjang masa
Amin.

V. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dijadikan lagi.
R. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Marilah berdoa:
Ya Allah, Engkau yang mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus: berilah kami dengan perantaraan Roh Kudus kebijaksanaan yang sejati serta karunia selalu merasa gembira atas penghiburan-Nya. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus Putera-Mu, yang bersama Dikau hidup dan berkuasa dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

*

VERSI BAHASA LATIN:

Veni, creator Spiritus
mentes tuorum visita
imple superna gratia
quae tu creasti pectora.

Qui diceris Paraclitus,
altissimi donum Dei,
fons vivus, ignis, caritas
et spiritalis unctio.

Tu septiformis munere,
digitus paternae dexterae
tu rite promissum Patris
sermone ditans guttura.

Accende lumen sensibus,
infunde amorem cordibus,
infirma nostri corporis,
virtute firmans perpeti.

Hostem repellas longius
pacemque dones protinus;
ductore sic te praevio
vitemus omni tempore.

Deo Patri sit gloria,
et Filio qui a mortuis
Surrexit, ac Paraclito,
in saeculorum saecula.
Amen.

V. Emitte Spiritum tuum, et creabuntur:
R. Et renovabis faciem terrae.

Oremus:
Deus, qui corda fidelium Sancti Spiritus illustratione docuisti: da nobis in eodem Spiritu recta sapere, et de eius semper consolatione gaudere. Per Dominum nostrum Jesum Christum, Filium tuum, qui tecum vivit et regnat in unitate eiusdem Spiritus Sancti Deus. Per omnia saecula saeculorum. Amen.

*
Artikel diambil dari FB Gereja Katolik

—Servus Veritatis—

ROH KUDUS

KATEKESE TENTANG ROH KUDUS

Oleh: St. Yohanes Maria Vianney

O, anak-anakku, betapa mengagumkan! Allah Bapa adalah Pencipta kita, Allah Putra adalah Penebus kita, dan Allah Roh Kudus adalah Pembimbing kita…. Manusia dari dirinya sendiri bukan apa-apa, tetapi dengan Roh Kudus ia sungguh mengagumkan. Manusia sepenuhnya adalah duniawi dan hewani; tak ada selain dari Roh Kudus yang dapat mengangkat pikirannya dan menaikkannya hingga tinggi. Mengapa para kudus begitu melepaskan diri dari keterikatan dunia? Sebab mereka membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus. Mereka yang dibimbing oleh Roh Kudus memiliki pemikiran-pemikiran yang benar; itulah sebabnya mengapa begitu banyak orang bodoh lebih bijaksana daripada mereka yang terpelajar. Jika kita dibimbing oleh Tuhan kekuatan dan terang, kita tidak akan tersesat.

Roh Kudus adalah terang dan kekuatan. Ia mengajarkan kepada kita bagaimana membedakan kebenaran dan kepalsuan, yang baik dan yang jahat. Seperti kaca pembesar memperbesar apa yang dilihatnya, Roh Kudus menunjukkan kepada kita yang baik dan yang jahat dalam skala besar. Dengan Roh Kudus kita melihat segala sesuatu dalam proporsinya yang benar; kita melihat kebesaran dari tindakan dan perbuatan terkecil yang dilakukan bagi Tuhan, dan kebesaran dari kesalahan-kesalahan terkecil. Bagai seorang pembuat jam dengan kacanya membedakan roda-roda jam yang paling kecil, demikian juga kita, dengan terang Roh kudus, membedakan segala detil-detil dari kehidupan kita yang malang. Kemudian, kelemahan terkecil akan tampak sangat besar, dan dosa terremeh menjadikan kita ngeri. Itulah sebabnya mengapa Perawan Tersuci tidak pernah berdosa. Roh Kudus memberinya pengertian akan kengerian dosa; ia jijik dan ngeri bahkan pada kesalahan terkecil sekali pun.

Mereka yang memiliki Roh Kudus tidak tahan akan dirinya sendiri, begitu baik mereka mengenali kemalangan mereka yang menyedihkan. Orang-orang sombong adalah mereka yang tidak memiliki Roh Kudus.

Orang-orang duniawi tidak memiliki Roh Kudus, atau jika mereka memiliki-Nya, hanyalah untuk sesaat saja. Roh Kudus tidak tinggal dalam mereka; hiruk-pikuk dunia mengusir-Nya pergi. Seorang Kristen yang dibimbing oleh Roh Kudus tidak sulit meninggalkan kesenangan-kesenangan duniawi guna mengejar kesenangan-kesenangan surgawi; ia tahu perbedaan antara keduanya. Mata dunia tidak dapat melihat lebih jauh dari kehidupan sekarang, seperti mata kita tidak dapat melihat dinding ini apabila pintu gereja ditutup. Mata seorang Kristen melihat jauh ke dalam keabadian. Bagi dia yang menyerahkan dirinya dalam bimbingan Roh kudus, tampaknya tak ada dunia; sebab di dunia tampaknya tidak ada Tuhan…. Oleh sebab itu, patutlah kita menemukan siapakah yang membimbing kita. Jika kita dibimbing bukan oleh Roh Kudus, usaha kita akan sia-sia belaka; tidak ada arti atau keselamatan dalam segala hal yang kita lakukan. Jika kita dibimbing oleh Roh Kudus, kita mencicipi kemanisan yang nikmat … yang cukup membuat kita mati karena bahagia!

Mereka yang dibimbing oleh Roh Kudus mengalami segala macam kebahagiaan dalam dirinya, sementara orang-orang Kristen yang tidak taat berguling-guling dalam duri dan api. Jiwa di mana Roh Kudus tinggal tak akan pernah bosan dalam kehadiran Allah; hatinya memancarkan napas kasih. Tanpa Roh Kudus, kita bagaikan batu-batu di jalan….  Genggam dalam tanganmu satu sepon penuh air dan dalam tanganmu yang lain beberapa kerikil; kemudian peras keduanya. Tak ada yang keluar dari kerikil-kerikil itu, tetapi dari sepon akan keluar banyak air. Sepon itu bagaikan jiwa yang dipenuhi Roh Kudus, dan batu itu bagaikan jiwa yang dingin membatu di mana Roh Kudus tidak dapat tinggal.

Jiwa yang dirasuki Roh Kudus menikmati kemanisan doa, hingga ia mendapati waktu selalu terlalu singkat; jiwa tidak pernah kehilangan kehadiran Allah. Jiwa yang demikian, di hadapan Juruselamat kita yang baik dalam Sakramen Kudus di Altar, bagaikan anggur-anggur ranum di bawah alat peras. Roh Kudus membentuk pikiran dan mengilhami kata-kata dalam hati orang-orang benar …. Mereka yang memiliki Roh Kudus tidak melakukan yang jahat; segala buah-buah Roh Kudus baik adanya. Tanpa Roh Kudus segalanya dingin; karenanya, apabila kita merasa kehilangan semangat doa, haruslah kita bergegas mendaraskan novena kepada Roh Kudus mohon iman dan cinta…. Lihat, apabila kita selesai melakukan retret, kita dipenuhi hasrat-hasrat baik: hasrat-hasrat baik ini adalah napas Roh Kudus, yang mengunjungi jiwa-jiwa kita, dan memperbaharui segala sesuatu, seperti angin sepoi-sepoi yang melelehkan es dan membawa kembali musim semi …. Kalian yang bukan para kudus yang hebat, kalian masih punya banyak waktu untuk menikmati kemanisan doa dan kehadiran Allah: inilah kunjungan-kunjungan Roh Kudus. Jika kita memiliki Roh Kudus, hati kita berkembang - bermandikan kasih ilahi. Seekor ikan tidak pernah mengeluh karena terlalu banyak air, demikian juga seorang Kristen yang baik tidak pernah mengeluh karena melewatkan terlalu banyak waktu dengan Allah yang baik. Sebagian orang menganggap agama itu menjemukan, dan itu karena mereka tidak memiliki Roh Kudus dalam diri mereka.

Jika jiwa-jiwa terkutuk itu ditanya: Mengapa kalian berada di neraka? mereka akan menjawab: karena kami menolak Roh Kudus. Dan apabila para kudus ditanya: Mengapa kalian berada di surga? mereka akan menjawab: karena kami mendengarkan bimbingan Roh Kudus. Jika pemikiran-pemikiran yang baik terlintas di benak kita, itulah Roh Kudus yang mengunjungi kita. Roh Kudus adalah kekuatan. Roh Kudus yang menopang St. Simeon di tiang penyiksaan; Ia yang menopang para martir. Tanpa Roh Kudus, para martir pastilah jatuh berguguran bagai daun-daun berguguran dari pohonnya. Ketika api dinyalakan atas mereka, Roh Kudus memadamkan panas kobaran api dengan kobaran cinta ilahi. Allah yang baik, ketika mengutus Roh Kudus-Nya kepada kita, berlaku bagaikan seorang raja agung yang hendak mengirimkan utusannya untuk membimbing salah satu orangnya, dengan mengatakan, “Engkau akan menemani orang ini ke mana pun ia pergi, dan engkau akan membawanya kembali kepadaku dalam keadaan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun.” Betapa indahnya, anak-anakku, disertai oleh Roh Kudus! Ia sungguh seorang Pembimbing yang luar biasa; dan bayangkan bahwa ada sebagian orang yang menolak bimbingan-Nya. Roh Kudus itu bagaikan seorang dengan kereta kuda yang hendak membawa kita pergi. Yang perlu kita lakukan hanyalah menjawab “ya”, dan naik ke dalam kereta. Sungguh, adalah hal yang mudah mengatakan “ya”!.... Nah, Roh Kudus hendak membawa kita ke surga; dan kita hanya perlu mengatakan “ya”, serta membiarkan-Nya membawa kita ke sana.

Roh Kudus itu bagaikan seorang tukang kebun yang mengolah jiwa kita…. Roh Kudus itu pelayan kita…. Tersedia senapan; baik, engkau mengisinya, tetapi haruslah ada orang yang menarik pelatuknya serta menembakkannya.... Demikian juga, dalam diri kita ada kekuatan untuk melakukan yang baik… ketika Roh Kudus mendorong kita, perbuatan-perbuatan baik dihasilkan. Roh kudus tinggal dalam jiwa orang-orang benar bagaikan merpati tinggal dalam sarangnya. Ia membangkitkan hasrat-hasrat baik dalam jiwa yang murni, bagaikan merpati menetaskan anak-anaknya. Roh Kudus membimbing kita seperti seorang ibu menggenggam tangan anaknya yang berumur dua tahun, bagaikan seorang yang dapat melihat membimbing seorang yang buta.

Sakramen-sakramen yang Tuhan tetapkan tidak akan dapat menyelamatkan kita tanpa Roh Kudus. Bahkan wafat Kristus tidak akan ada gunanya bagi kita tanpa Dia. Karenanya, Kristus mengatakan kepada para rasul-Nya, “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu.” Turunnya Roh Kudus diperlukan, guna mendatangkan buah-buah rahmat yang berlimpah. Bagaikan sebutir gandum - kalian melemparkannya ke atas tanah; ya, tapi diperlukan matahari dan hujan agar membuatnya tumbuh dan menghasilkan buah. Patutlah setiap pagi kita berseru, “O Tuhan, utuslah Roh Kudus-Mu kepadaku untuk mengajarkan siapa aku dan siapa Engkau.”

Sumber: “Catechism on The Holy Spirit by Saint John Vianney”; www.catholic-forum.com

Diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya
Fb:Gereja Katolik
✥ Instaurare Omnia in Christo ✥