Rabu, 11 November 2015

Sugeng tindak Mgr Puja

Duc in Altum


Berita mengejutkan diterima oleh umat di Keuskupan Agung Semarang tengah malam tadi. Berita duka berpulangnya Gembala kami, yang sangat dikasihi oleh seluruh umat.
Bapa Uskup Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta wafat pada  10 November 2015 pukul 23.30 Wib dalam usia menjelang 66 tahun. 

Pada saat meninggal kemarin adalah saat tepat 5 tahun setelah Mgr Puja menerima kabar lewat telepon  bahwa beliau ditunjuk sebagai Uskup Agung Semarang. (”Saya menerima penunjukan itu pada 10 November 2010, ketika kami para Uskup sedang mengadakan Sidang Tahunan KWI 2010 di Jakarta,” kata Uskup Pujasumarta). Beliau saat itu adalah Uskup Bandung sejak 2008.

Saat itu Keuskupan Agung Semarang selama hampir lebih dari satu tahun tidak memiliki uskup, setelah Mgr Ignatius Suharyo diangkat menjadi Uskup Agung Jakarta. Pada waktu yang sama, Paus juga menunjuk Mgr Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, sebagai Administrator Apostolik untuk Keuskupan Bandung,  menunggu sampai dengan terpilihnya uskup baru. Uskup Pujasumarta dilantik sebagai Uskup Agung Semarang pada 7 Januari 2011.

Pada saat masih menjadi pamong di Seminari Mertoyudan, Romo Puja suka berkebun dan memelihara burung merpati juga  ayam kate, beliau saat itu menjalani tugas imamatnya sebagai pendidik para seminaris muda di Unit Medan Madya II (kelas 2) di Seminari Mertoyudan Magelang. Beliau amat suka menanam aneka tanaman di kebun kecilnya. Bersama Romo Ketut Switra OCSO yang kini menjadi rahib trappist  di Belanda dan beberapa seminaris yang suka berkebun, beliau setiap sore mencangkul tanah di kebun tersebut. Di situ dia menanam bunga lily, tanaman kenikir, dan sejumlah bunga lain. Tidak ada pohon buah-buahan yang ‘bisa’ ditanam di lahan sempit tersebut.
Namun, di ujung taman, persis di belakang gua maria mungil di taman yang juga mungil tersebut, suatu kali alm. Mgr. Puja membawa piyik ayam-ayam kecil jenis kate. Menurut Rm Switra yang juga gemar berkebun, kate-kate itu dipelihara untuk meramaikan taman tersebut.

Pada saat itu beliau dikenal sebagai imam sangat sederhana, bertutur kata santun, dan sangat perhatian pada seminaris, dan cenderung berpenampilan “apa adanya”. Selepas berkarya di Seminari Mertoyudan, Romo Pujasumarta berkarya sejenak di Pendidikan Tahun Rohani untuk para frater praja (diosesan) di Wisma Jangli Semarang dan baru kemudian ditugaskan belajar spiritualitas di Roma hingga memperoleh gelar doktor. Di kemudian hari, Romo Puja bertugas sebagai pendidik untuk para frater mahasiswa di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan sebagai Rektor.

Tahun-tahun panjang di Seminari Mertoyudan, Seminari Tahun Rohani Praja KAS, dan kemudian di Seminari Tinggi St. Paulus di Kentungan Yogyakarta adalah dunia pendidikan formatio yang digeluti alm. Mgr. Johannes Pujasumarta sebagai pendidik para calon imam. 


Dari tangan beliau dan para pamong lainnya, inilah sudah ribuan imam dari berbagai ordo, kongregasi, dan diosesan ‘tercetak’. Termasuk tentu saja tiga uskup yang sekarang kita kenal; Mgr. Nicolaus Adi Seputra MSC, Uskup Agung Keuskupan Agung Merauke, Papua, Mgr. Pius Riana Prabdi Pr, Uskup Diosis Ketapang, Kalimantan Barat, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, Uskup Diosis Bandung

Akhirnya, Romo Puja mendapat tugas istimewa dari Vatikan untuk ditahbiskan menjadi uskup di Diosis Bandung. Hanya berlangsung sampai kurang lebih tiga tahun saja, Mgr. Pujasumarta Pr ditugaskan “pulang mudik” ke Keuskupan Agung Semarang oleh Tahta Suci menjadi Uskup Agung Semarang.

Mgr Pujasumarta boleh dibilang uskup internet dengan sangat aktifnya beliau mengisi blog pribadinya dengan laporan karya pastoral, renungan, dan catatan perjalanan pastoralnya.
Mgr Pujasumarta ikut mempopulerkan istilah Latin yang merupakan kutipan Injil: Duc in Altum. “Bertolaklah ke tempat yang dalam”. Inilah Uskup Indonesia yang mengawali langkah baru yang tidak lazim: mengakrabi gadget dan menggunakan internet sebagai media pewartaan. Ini terbukti bahwa gadget dan internet di tangan alm. Mgr. Johannes Pujasumarta menjadi media pewartaan efektif dan efisien.



Nama lengkap   : Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta
Tempat, tgl. Lahir : Surakarta, Jawa Tengah, 27 Desember 1949
Nama orang tua : Hubertus Soekarto Pudjasumarta (alm) dan Agnes Soekarti Pudjasumarta(alm). 
Salah seorang kakaknya juga menjadi imam, yaitu Pastor Ignatius Ismartono SJ. Ia mengawali pendidikan imamatnya di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, tahun 1963. Rm Puja adalah anak ke-3 dari 9 bersaudara.

Jejak rekam karya :
25 Januari 1977 : Prefek Seminari Menengah Mertoyudan
1 Januari 1981 : Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang
12 Mei 1983 : Sementara di Wisma Sanjaya, Semarang, untuk persiapan studi ke Roma, Italia
Agustus 1983 : Studi Teologi Spiritual di Universitas St. Thomas Aquinas, Roma, Italia
(Licentiate in Spiritual Theology: 1983 – 1985); (Doctorate in Spiritual Theology: 1985 – 1987)
1 Oktober 1987 : Pastor pembantu Paroki Ganjuran
1 September 1988 : Pastor pembantu Paroki St. Maria Assumpta, Klaten
15 Agustus 1989 : Studi “Focus in Leadership” di Gonzaga University, Spokane, Amerika
12 Juli 1990 : Rektor seminari di Wisma Sanjaya, Semarang
1 Oktober 1995 : Anggota Dewan Pengurus Yayasan Driyarkara
1 November 1995 : Moderator ISKA (Ikatan Sarjana Katolik) Semarang
1 Agustus 1997 : Rektor Seminari Tinggi St. Paulus, Kentungan, Yogyakarta
1 Agustus 1998 : Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang; Ketua Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Semarang; moderator Serikat Santa Rosa Mistika (SRM)
1 September 1998 : Moderator Rumah Sakit St. Elizabeth, Semarang
25 September 1998 : Moderator PERDHAKI wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
9 Oktober 2000 : Pejabat pastor kepala Paroki Kebondalem, Semarang (hingga 1 Agustus 2001)
2 Desember 2002 : Ketua Tim Supervisi Paroki Keuskupan Agung Semarang
10 Januari 2005 : Ketua Tim Supervisi Keuangan (Internal Auditor) Keuskupan Agung Semarang; Ketua Jaringan Persaudaraan antar kelompok Doa Keuskupan Agung Semarang
17 Mei 2008 : Ditunjuk sebagai Uskup Keuskupan Bandung oleh Bapa Paus Benediktus XVI
12 November 2010 : Ditunjuk sebagai Uskup Agung Semarang oleh Bapa Paus Benediktus XVI
7 Januari 2011 : Mgr Yohanes Pujasumarta dilantik sebagai Uskup Agung Semarang, melalui perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Kardinal Julius Darmaatmaja di Gereja Katederal Semarang, diikuti lebih dari seribu umat Katolik dari wilayah Semarang dan sekitarnya.
Upacara pelantikan yang juga dihadiri oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Leopoldo Girelli , diawali dengan perarakan rombongan Keuskupan Agung Semarang dan Keuskupan Bandung.
10 November 2015 : Mgr  Pujasumarta wafat ... diiringi lagu NDEREK DEWI MARIA... yang dilantunkan para sahabat dan saudara, beliau menutup mata dengan tenang dan penuh kasih.



REQUIESCÀT IN PACE….. Sugeng tindak Bapa Uskup Pujasumarta, mugi katampia wonten sunaring pepadang Dalem Gusti Yesus  lan saget ngaso kanti tentrem ing pangayunan Dalem Gusti.  Semoga damai abadi bersama Bapa dan para kudus di surga…
Mgr Puja, engkau adalah inspirasi bagi kami dalam semangat pelayanan dan pewartaan sabda Allah….engkau gembala yang baik bagi umat Katolik khususnya di Keuskupan Agung Semarang, doa kami selalu menyertai engkau.

Tak lupa Mgr, kami mohon doakan kami juga yang masih berziarah didunia ini, agar kami dapat meneladani semangat pelayanan dgn sukacita dan pantang menyerah yang selalu engkau ajarkan pada kami..... Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar