Kamis, 18 Juni 2015

BAPA KAMI

Hehehe…..Homili Misa pagi ini, Romo Anton menyinggung kalau beliau risau bila ada umat yang tanya ,“ siapa yang mimpin Misa?”, Romo Anton ternyata nyadar juga bila banyak yang ngrasani kalo Misa yang dipimpin Romo Anton  dan  Romo Ipeng itu lamaaaaa….. Sedangkan yang dipimpin oleh Romo Ponco itu cepat…… Maaf  ya  Mo, kalo umat dibelakang selalu ngomongin hal ini,  soalnya emang bener begitu sih……. Hehehe……Peace, MoA…..mungkin Romo Anton bisa meniru Romo Endra yang curhat lewat FBnya ( Litani serba salah seorang Pastor...https://www.facebook.com/endra.wijayanta/posts/10204519747298132?pnref=story#
atau jawab saja seperti ini Mo.... Engkau berkata, ’Misanya lama’, maka aku menjawab, ’karena cintamu terlalu singkat’” — St. Josemaria Escriva.

Balik lagi ke homili tentang bacaan Injil hari ini tentang doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri yaitu doa Bapa Kami, ada artikel menarik yang saya ambil dari FB: Romo Josep Susanto


BAPA KAMI YANG ADA DI SURGA

          Doa diawali dengan sebuah seruan, di mana Yesus berseru memanggil BAPANya (harafiahnya: O Bapa atau Ya Bapa). Yang menarik adalah di Injil Matius, bentuk seruan seperti ini hanya muncul dalam 3 peristiwa penting hidup Yesus di mana digambarkan Yesus sedang berdoa (11:25; 26:39.42).
Yang menarik adalah dalam kesempatan ini Yesus menyebut Allah dengan sebutan BAPA KAMI, bukan BAPAKU.  Kata “KAMI” adalah undangan Yesus kepada para muridNya untuk ambil bagian dalam relasi yang dimiliki Yesus dengan BapaNya. Yesus mengundang para muridNya juga untuk mengingat relasi persaudaraan mereka dengan sesamanya, bahwa mereka semua adalah satu keluarga yaitu Keluarga dari Bapa yang sama. 
Sebutan “Yang ada di surga” menunjukan kemuliaan Allah, bahwa Allah yang kita sebut Bapa ini jauh melebihi segala Bapa yang ada di dunia ini. Namun bukan cuma itu saja, kata ini juga membuka suatu rahasia baru bahwa para murid meskipun masih tinggal di dunia, karena mereka kini sudah menjadi anak dari Bapa, maka mereka juga disebut anak-anak surga. Mereka punya suatu hubungan dengan surga, merekalah pemilik atau pewaris Kerajaan Surga.

DIMULIAKANLAH NAMAMU

            Permohonan pertama yang harus diucapkan Anak adalah memuliakan Bapa. Dalam dunia Perjanjian Lama, Nama Allah mewakili pribadi Allah sendiri, melambangkan kehadiran Allah dan kekuasaanNya (Kej 21:33, Lek 20:7, Im 24:11, Bil 6:27, Ul 12:5).

            Kemuliaan tidak bisa dipisahkan dari pribadi Allah, keduanya menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Tindakan memuliakan Allah mempunyai arti MENGENAL DAN MENERIMA siapa Allah dengan segala kekuasaanNya. Dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel harus memuliakan Allah. Namun tindakan itu selalu berkaitan dengan melakukan kehendak dan peraturan Allah. Tindakan memuliakan Allah ini menekankan lagi-lagi soal RELASI antara Allah dan umatNya, bahwa Israel adalah bangsa yang diselamatkan dan dipilih oleh Allah. Inilah yang menjadi dasar mengapa Israel harus memuliakan Allah.

            Tindakan memuliakan Nama Allah juga mengandung arti bahwa para murid diajak untuk menyadari kelemahan dan keterbatasan dirinya. Hanya Allahlah yang mampu melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia.

            Lawan dari tindakan memuliakan nama Allah adalah membuat nama Allah menjadi cemar atau profan belaka. Tindakan mencemarkan nama Allah dalam Perjanjian Lama seperti menyembah berhala (Im 18:21), tindakan kejahatan dan ketidakadilan (Jer 34:16, Amos 2:6-7).

DATANGLAH KERAJAANMU

            Setelah memuliakan Nama Bapa, para murid diajak untuk memohon datangnya Kerajaan Bapa. Kata “Kerajaan” di dalam Injil Matius muncul hanya 55x. Pewartaan Yohanes pembaptis dan Yesus adalah Kerajaan Allah yang sudah dekat”. Perumpamaan-perumpamaan Yesus berbiacara tentang Kerajaan Allah. Kata “kerajaan” di sini tidak berbicara tentang “kerajaan duniawi” dengan segala kekuasaan politik dan teritori tertentu. Kata “Kerajaan” di sini mengacu pada kemahakuasaan dan kemuliaan Allah terhadap alam semesta. Dunia dengan segala isinya berasal dari Allah dan milik Allah, sudah saatnya Allah mengambil alih milikNya, yang terampas karena manusia jatuh ke dalam dosa. Saatnya Allah  sebagai RAJA memimpin umatNya dan mengambil apa yang menjadi miliknya sejak semula. Allah membebaskan umatNya dari segala kekuatan lain yang membelenggu hidup manusia.

            Kata-kata “datanglah KerajaanMu” juga mengandung makna terselubung yaitu ajakan Yesus kepada para murid untuk terus menerus mempunyai harapan agar mereka menjadi warga kerajaan Allah. Selain itu juga ajakan Yesus kepada para murid untuk mulai mengubah cara hidup mereka yang tidak membuat mereka tidak bisa masuk ke dalam kerajaan Allah. Dengan kata lain, ungkapan “datanglah KerajaanMu” adalah suatu ajakan PERTOBATAN.

JADILAH KEHENDAKMU, DI ATAS BUMI SEPERTI DI DALAM SURGA

            Ketika Kerajaan Allah datang dan hadir di muka bumi, Allah dengan segala-galanya akan diatur oleh kehendak Allah. Kata “Kehendak Allah” mengingatkan kita pada doa Yesus di taman Getsemani (Mat 26:42).  Kata “kehendak” mengandung arti: harapan, keinginan, tujuan yang mau dicapai. Bila seseorang menginginkan sesuatu, ia akan berusaha dengan segala cara untuk memperoleh apa yang dia inginkan itu. Ia akan menyusun program dan strategi yang mendukung untuk terwujudnya keinginan itu.

            Keinginan atau harapan Allah tidak lain tidak bukan adalah MENEBUS UMAT MANUSIA DARI DOSA DAN KEMATIAN. Allah tidak ingin satu dari umatNya hilang. Allah sebagai BAPA berjuang untuk menyatukan kembali KELUARGANYA. Dengan ungkapan “Di atas bumi seperti di dalam Surga” di sini mau ditekankan bahwa betapa para murid diajak untuk ikut berjuang agar kehendak Allah itu dapat benar-benar terlaksana, bukan hanya nanti di akhir jaman atau di surga tetapi juga di bumi selama mereka masih hidup di dunia. Caranya adalah dengan membuat SINKRONISASI antara kehendak mereka dengan kehendak Allah sendiri.

BERILAH KAMI REJEKI (ROTI) PADA HARI INI/SEHARI-HARI

            Bagian ini adalah bagian kedua dari Doa Bapa Kami, di mana permohonan mulai beralih kepada kebutuhan hidup para murid. Dimulai dengan “permohonan atas rejeki (roti). Apa maksudnya dari kata “rejeki” atau “roti”, apa manfaatnya bagi para murid?
            Kata “hari ini” menjadi perdebatan keras di atara para ahli bahasa. Terjemahan pertama mengacu pada “makanan harian” atau “makanan untuk besok”. Makanan ini adalah yang dibutuhkan seseorang saat ini dan di sini.  Terjemahan kedua adalah “makanan” yang bersifat eskatologis, yaitu apa yang mereka butuhkan untuk sampai pada hidup kekal yang akan datang. Kedua terjemahan ini masuk akal dan bisa diterima. Yang pertama mengacu pada hidup para murid di dunia, sedangkan yang kedua mengacu pada hidup para murid ketika mereka masuk ke dalam Kerajaan surga.

            Namun, kata “roti” dalam Injil Matius muncul 21x dan semuanya mengacu kepada makanan manusia sehari-hari. Roti atau makanan adalah kebutuhan manusia, situasi tanpa makanan membuat manusia menjadi begitu lemah dan ringkih sampai ancaman kematian. Tanpa makanan manusia bisa menjadi budak dari sesamanya bahkan membuat manusia jatuh dalam dosa seperti mencuri atau membunuh (melanggar perintah Allah). Dari fakta ini kita, permohonan tentang “roti atau rejeki sehari-hari” mengandung lagi-lagi ajakan untuk menyadari keterbatasan manusia.     

            Kata “kami” juga merupakan ajakan untuk menyadari bahwa rejeki atau makanan yang kita terima dari Bapa bukanlah bersifat individu melulu, melainkan juga rejeki yang kita terima untuk bersama orang lain sebagai satu keluarga Allah. Kata “pada hari ini” bukan “semua hari” juga menekanakan bahwa betapa setiap orang memperoleh hak yang sama untuk menerima rejeki itu. Ini adalah ajakan untuk berbagi. Rejeki yang kita punya harus kita berikan juga kepada mereka yang berkekurangan.

AMPUNILAH KESALAHAN KAMI
SEPERTI KAMIPUN MENGAMPUNI YANG BERSALAH KEPADA KAMI

            Kalimat ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah permohonan agar para murid diampuni oleh Allah karena dosa dan kesalahan mereka. Sedangkan yang kedua adalah keinginan para murid untuk mengampuni sesamanya yang bersalah kepada mereka. Dalam ayat 14-15 Yesus sekali lagi menegaskan betapa pentingnya bagian yang kedua, karena menjadi syarat untuk memperoleh pengampunan dari Allah. Dalam Mat 18 tentang perumpamaan pengampunan juga lagi-lagi.

            Rahasia yang terkandung dalam kalimat ini adalah para murid diajak untuk menyadari identitas mereka sebagai ANAK dari BAPA. Kehendak Bapa adalah menebus dan mengampuni dosa manusia. Para murid diajak untuk mempunyai sikap seperti Bapa mereka. Jadi identitas bukan hanya tempelan belaka tetapi sebagai undangan untuk menjadi sempurna seperti Bapa yang maha pengampun. Bapa itu maha baik dan pengampun, Anak-anaknya juga harus demikian.

DAN JANGANLAH MASUKAN KAMI KE DALAM PENCOBAAN
TETAPI BEBASKAN KAMI DARI YANG JAHAT.

            Ini adalah permohonan yang terakhir dari doa Bapa Kami. Dibagi menjadi 2 bagian. Yang pertama permohonan agar Bapa tidak memasukan mereka kedalam pencobaan. Yang kedua adalah permohonan untuk dibebaskan dari yang jahat.

            Bagian yang pertama menimbulkan perdebatan teologis yang hebat: apakah Bapa membawa anak-anakNya kedalam pencobaan?

            Dalam Perjanjian Lama, Allah memasukan umatNya ke dalam pencobaan untuk menguji iman mereka (Kej 22:1; Kel 15:25; 16:4, dll). Yesus sendiri dalam Mat 4:1 juga dicobai oleh iblis sebagai bagian dari kehendak Bapa. Apakah Bapa sungguh tega memasukan anakNya ke dalam pencobaan, terlebih ketika pencobaan itu beruba pengalaman yang tidak menyenangkan. Tetapi Kitab Suci menggarisbawahi bahwa tidak ada satupun terjadi pada anak-anak, tanpa sepengetahuan Bapa. Bapa akan memberi kekuatan kepada anak untuk berjuang melawan cobaan yang datang.

            Permohonan yang pertama ini mengungkapkan kesadaran bahwa para murid masih sangat lemah dan penuh dengan keterbatasan. Mereka diajak untuk menyadari “kemanusiaan” mereka dengan segala kelemahannya. Para murid diajak untuk meminta Bapa untuk melindungi mereka dari pencobaan dan keadaan terpisah dari Bapa.

            Permohonan pertama dihubungkan dengan permohonan yang kedua dengan kata “TETAPI”. Para murid diminta untuk memohon kepada Bapa untuk melindungi dari yang jahat (harafiah: roh jahat, Inggris: EVIL). Roh jahat inilah yang terus menerus berusaha memisahkan Anak dari Bapa.  



Kamis, 11 Juni 2015

YANG HARUS DAN PERLU

Syalom aleikhem. Setelah masuk gedung gereja dan duduk di bangku, sebelum Misa, apa yang harus dan perlu dilakukan? Lihat, ada dua hal: “harus” dan “perlu”. 

Yang harus dilakukan hanya satu: HENING. Hening punya dua arti: tenang-di-luar dan tenang-di-dalam. “Tenang-di-luar” artinya Anda tidak membuat suara yang tidak perlu atau kegaduhan yang mengganggu. Hal ini berguna pertama-tama untuk orang lain. Gedung gereja adalah tempat berdoa; dan doa pertama-tama adalah hening. “Tenang-di-dalam” artinya Anda membuat diri siap merayakan Ekaristi. Selalu ingat baik-baik: Ekaristi dimandatkan langsung oleh Tuhan Yesus!

Lalu, apa yang perlu dilakukan? Beberapa langkah berikut. 

Langkah #1: “Ambil posisi”. Duduklah atau berlututlah senyaman mungkin. 

Langkah #2: “Lepas beban”. Ingat-ingat sebentar apa yang baru saja terjadi, contoh: Anda marah-marah di jalan, bertengkar dengan suami/istri/anak sebelum berangkat tadi, dsb. Lepaskan itu dengan berkata kepada Tuhan: “Yesus, aku datang, mohon berilah kelegaan.” Sabda Tuhan jelas: “Datanglah kepada-Ku kamu yang berbeban berat; Aku akan memberikan kelegaan.” Pasti Anda ingat sabda ini. Yakin?

Langkah #3: “Pandang salib”. Semua gedung gereja pasti punya salib. Pandang salib itu dalam-dalam, telusuri tiap lekuknya, tiap guratnya, tiap detailnya; tatap Dia yang bergantung di situ. Langkah ini penting sekali sebagai persiapan Anda sebelum Misa. Coba lakukan, rasakan manfaatnya. Lakukan langkah #3 ini sampai Anda merasa “puas” atau “hati penuh”. 

Langkah #4: “Siapkan sabda-Nya”. Baca-bacalah teks yang berisi kutipan sabda Tuhan yang akan dibacakan pada Misa hari itu. Teks tersedia di pintu depan......... Manfaatkanlah.

Catatan: Semua langkah itu dapat Anda lakukan kalau Anda tidak telat; setidaknya hadir 10-15 sebelum Misa. Bisa? Semoga ya.

Sumber :

R.D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Imam Gereja Katolik Ritus Latin
untuk Keuskupan Bandung

Rabu, 27 Mei 2015

PROFICIAT buat ibu MEINI

Di hari perayaan Ulang Tahun Gunungkidul yang ke  184 ini,  salah satu warga Lingkungan Perak juga melaksanakan Pemberkatan Pernikahannya. Ibu Meini dan bpk Udin, akhirnya melaksanakan pemberkatan Pernikahan di Gereja St Petrus Kanisius. Dipimpin oleh Romo Ipeng, pemberkatan ini berlangsung singkat dan khidmat. Proficiat buat bu Meini dan bpk Udin.


Senin, 25 Mei 2015

MAAFKAN AKU BILA MENGELUH


·         Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang gadis cantik dengan
rambut indah. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan
kuharap akupun sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Dia
mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia
lewat tersenyum. Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya
dua kaki. Dunia ini milikku!

Aku berhenti untuk membeli bunga lili. Anak laki-laki penjualnya
begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira.
Seandainya aku terlambat, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia
berkata, "Terimakasih. Engkau sudah begitu baik. Menyenangkan
berbicara dengan orang sepertimu. Lihat saya buta." Oh Tuhan,
maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.

·         Lalu, sementara berjalan, aku melihat seorang anak dengan bola mata
biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain. Dia tidak tahu
apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu
berkata, "Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, Nak?" Dia
memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak bisa
mendengar. Oh Tuhan, maafkan aku bila aku selalu mengeluh.
Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.

Dengan dua kaki untuk membawa aku ke mana aku mau.
Dengan dua mata untuk memandang matahari terbenam.
Dengan dua telinga untuk mendengar apa yang ingin kudengar.
Oh Tuhan, maafkan aku bila aku selalu mengeluh... berkah dalem  Gusti



(Artikel diambil dari  FB :Bunda Maria Santa Perawan Suci)

”Kehidupan adalah perjuangan yang tidak boleh kita hindari tapi harus kita menangkan.”St. Padre 

Sabtu, 16 Mei 2015

RENUNGAN BERSYUKUR

Musim terus berganti, waktu terus berlalu, usia kian bertambah. Banyak yang sudah kita lalui di kehidupan ini.


Ada masa dimana kita merasa senang. Tatkala Anda menemukan pekerjaan idaman Anda, mendapatkan promosi, dan terus menapaki tangga karir yang lebih tinggi dengan fasilitas yang lebih baik pula, Anda memiliki perasaan senang. Ini mungkin merupakan salah satu titik puncak dalam kehidupan Anda. Dunia seakan sangat indah masa itu.

Tak dapat dielakkan, ada pula masa dimana Anda mengalami begitu banyak masalah. Anda merasa sangat tertekan. Proyek Anda mengalami hambatan ini dan itu, atasan Anda terus menuntut Anda dengan kinerja tertentu, persoalan rumah tangga, kejenuhan dan lain sebagainya. Pada titik ini, Anda menjadi sangat bingung, konsentrasi Anda terpecah, wajah Anda muram, dan antusiasme serta semangat Anda semakin menurun.

Musim boleh berganti, waktu boleh berlalu, tapi Anda harus terus belajar menjadi orang yang bijak. Bila Anda sedang melalui masa-masa yang senang, apa yang Anda lakukan? Anda tentunya bersyukur. Bila Anda sedang melalui badai dalam hidup Anda, apa yang Anda lakukan? Biasanya, mengeluh. Setiap manusia normal, pasti pernah mengeluh. Memang hal tersebut bukan sesuatu yang salah, tapi mengeluh juga bukan sesuatu yang baik dan bijak. Anda merasa kecewa, Anda merasa jenuh, bahkan Anda marah terhadap orang lain sebagai manifestasi dari permasalahan yang Anda hadapi. Jelas ini tidak baik bagi mental Anda. Lalu apa yang harus Anda lakukan?

Yang harus Anda lakukan adalah BERSYUKUR.

Mari kita ubah paradigma berpikir kita. Anda harus mensyukuri segala permasalahan yang terjadi dalam hidup Anda. Jadilah orang yang memiliki sikap yang positif.

Mulailah dengan hal-hal kecil yang dapat menjadi latihan mental bagi Anda.

Bersyukur atas hari ini. Anda memiliki Anda masih dapat bernafas sementara banyak orang yang untuk bernafas saja masih memerlukan bantuan. (lihat di rumah sakit)

Bersyukur atas hari ini. Anda memiliki pekerjaan sementara banyak orang terpaksa harus mengemis untuk hidup. (lihat di jalanan, anak-anak dan orangtuanya mengemis)

Bersyukur atas hari ini. Anda dapat mengenyam pendidikan yang layak sementara banyak orang yang membacapun tidak bisa. (lihat di daerah terpencil tanpa sekolah)

Bersyukur atas hari ini. Anda masih dapat makan enak sementara di belahan dunia yang lain banyak orang yang menjadi kurus kering dan kurag gizi ( lihat berita di TV yang terjadi di Afrika)

Bersyukur atas hari ini.
Bersyukur karena Anda mengalami masalah.Bersyukur karena masalah diperkenankan terjadi dalam hidup Anda. Bersyukur karena masalah hadir membantu untuk membentuk pribadi Anda.

Ambil waktu tenang sejenak di sela-sela kesibukan Anda atau mungkin malam hari sebelum Anda tidur. Pejamkan mata Anda agar dapat lebih berkonsentrasi. Lakukan refleksi diri. Lihat kembali perjalan hidup Anda. Mengapa Anda ada di sini saat ini?
 Berapa banyak sudah hal-hal luar biasa, hal-hal baik dan positif yang terjadi pada hidup Anda?  Syukurilah. Lihat juga berapa banyak permasalahan yang muncul dan sudah Anda lalui? Syukurilah. Rasakan di setiap detik kehidupan Anda.


Bersyukurlah karena badai pasti berlalu. Ingat, ada musim berikutnya dalam hidup Anda. Ada babak baru di hadapan Anda. Siapkan diri Anda untuk musim yang baru dengan sejuta keindahan di dalamnya. Seindah kasih Allah yg selalu menyertai kita. Berkah Dalem

diambil dari  FB :
Bunda Maria Santa Perawan Suci

Kamis, 07 Mei 2015

JOGJA TANPA SENGSU

Dari beberapa obrolan pas sehabis sembayangan , ada terlontar kalau beberapa orang menyukai sengsu, ini menggelitik saya untuk curhat tentang konsumsi daging anjing ini bahkan mereka yang menjadi tokoh agama. Terlebih bagi umat Kristiani, konsumsi daging ini tidak di haramkan. Apalagi ada yang melontarkan kalau daging ini enak, harganya terjangkau dan selama ini tidak ada orang yang keracunan makan daging ini.
Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan kalau memang mereka mengonsumsi ini dengan menyembelih  dan  memasak sendiri dari hewan sehat yang dibeli hidup, bukan dari penjual di lapak-lapak kakilima.

Tahukah Kamu Bagaimana Manusia Menangkap dan Membunuh Mereka Untuk Dimakan? 

Cara menangkap anjing liar di luar batas kengerian yang bisa kamu bayangkan. Terkadang mereka harus rela diracun, dipukul hingga pingsan, dibakar hidup-hidup belum lagi berdesak-desakan di kandang yang sangat sempit sebelum diangkut ke penjagalan yang menempuh perjalanan berjam-jam. 


Dari investigasi beberapa animal rescuer lolongan yang menyayat bercampur bau anyir darah dan daging segar menjadi pemandangan nan memilukan di rumah jagal anjing di bilangan Cawang, Jakarta Timur. Dengan mulut terikat tali plastik, kawanan anjing itu dibungkus karung dan diangkut dengan sebuah truk menempuh perjalanan sepanjang puluhan hingga ratusan kilometer. Dalam sehari, paling tidak sekitar 100 ekor anjing masuk ke rumah jagal itu. Mereka dikumpulkan di sebuah ruang isolasi seluas 3 x 3 meter berpintu teralis besi mirip kamar tahanan. Anjing-anjing itu bersesak-sesak di ruangan yang pengap, bau kotoran, dan jarang dibersihkan itu. Tanpa air dan makanan, sehingga tak jarang ada anjing yang mati diterkam kawannya sendiri, yang tak kuat menahan lapar.

Tetapi sesungguhnya, penderitaan mereka baru mulai di tempat penjagalan ini. Mereka harus menyaksikan kawan dan keluarganya dibantai sebelum tiba giliran mereka. Moncong dan kaki diikat dengan kuat dan mereka harus rela tubuh mereka dihajar habis-habisan hingga mereka menyerah, kalah dan menghembuskan napas pasrah. Bahkan mereka harus mau bagian tubuhnya ditebas dengan golok berkali-kali dalam keadaan sadar. Cobalah tanyakan pada hati nuranimu sendiri, sesakit apakah kira-kira mereka sebelum mati dan dihantarkan ke meja makan kita
.
Bagaimana Manusia Bisa Punya Hati Untuk Melahap Sahabatnya Sendiri?

Anjing adalah salah satu hewan yang sejak dulu menjadi sahabat dekat manusia. Ini bukan cuma telaah kosong atau riset tanpa bukti. Para peneliti di ELTE University di Hungaria membuktikan bahwa anjing memiliki kesamaan emosi dengan manusia. Mereka menggunakanMagnetic Resonance Scanner untuk memindai otak anjing. Mereka juga meneliti 200 suara emosional anjing yang berupa lenguhan, gongongan, bahkan hingga tangisan. Dari rangkaian emosinya, disimpulkan anjing bisa menjadi sahabat manusia karena mereka sanggup memahami serta memiliki emosi yang serupa dengan kita.

Sungguh, makhluk seperti ini bukan makanan. Anjing adalah hewan yg manis dan sangat setia tidak pantas buat di komsumsi 
.
Berdasarkan data Animal Friends Jogja (AFJ), JAAN dan Garda Satwa menyebutkan, perdagangan anjing untuk konsumsi di berbagai kota besar di Indonesia seperti Yogyakarta, Solo, Jakarta, Bandung, Bali, Medan dan Manado serta berbagai kota lain di Jawa Tengah makin marak. 

Di Yogyakarta saja diperkirakan 360 ekor anjing dibunuh tiap minggunya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti perdagangan anjing untuk konsumsi manusia sebagai faktor kontributif terhadap penyebaran rabies di Indonesia, karena perdagangan tersebut mendorong hewan ini dari berbagai sumber untuk diangkut antar pulau.  Pengangkutan jarak jauh dan dalam jumlah besar dari anjing-anjing ini yang dibunuh untuk daging mereka juga dikaitkan dengan berjangkitnya rabies. Dari beberapa riset merilis kalau penyakit rabies ini tidak mati walaupun daging anjing ini sudah dimasak.

Berikut saya lampirkan posting mengenai hal ini yang saya dapat via Facebook  / media sosial
( surat yang dikirim dog lover di Jogja)

Anjing ini menitikkan airmata

Ia  satu dari sekitar enam puluh ekor anjing yang pagi itu tiba di Jogja dari Pangandaran, Jawa Barat. Sejak berangkat tubuh mereka disekap dalam karung dan moncongnya dibebat erat rafia. Sebetulnya inilah akhir langkah mereka sebagai mahluk hidup. Karena mereka tidak akan pernah lagi mencecap makanan, sekalipun rempahan kerupuk, dan hanya minum dari guyuran air sungai atau tetesan hujan atas kebaikan sopir truk dan awaknya yang tidak akan membiarkannya menjadi bangkai di tengah perjalanan panjang.
Mereka baru akan lepas dari bagor dan rafianya setelah melepas nyawa.
Anjing malang tadi menangisi dirinya dan teman-temannya. Tiba di tujuan mereka diturunkan dari truk dengan digajuli atau dilempar satu per satu seperti karungan sampah. Sebuah kamar pengap menyekap mereka. Tak ada makanan, tak ada air, tak ada gonggongan. Mereka hanya saling menatap dan mendengarkan tangis. Tangis diri mereka sendiri-sendiri. Karena suara yang tertahan di kerongkongan hanya akan terjun ke dalam, ke batin.
Mereka menangis  sebab divonis tak berguna. Mereka akan memberikan lebih dari yang sudah pernah dilakukannya untuk manusia jika dianugerahi kesempatan. Tapi orang-orang di sekeliling mereka mengharap kalkulasi yang eksak: bathi, keuntungan. Itu sebabnya tak ada secuilpun makanan untuk mereka, karena akan mencuil laba.
Seusai order para pedagang sengsu penjagal akan mengeluarkan kelompok demi kelompok. Dan satu demi satu dihajar pukulan batang kayu tepat di kepala. Di hadapan teman-temannya yang menunggu hitungan. Entah mati entah pingsan penjagal dengan dingin memutuskan leher dan semangat hidupnya.
Ayam, kambing, dan sapi lebih beruntung karena Dinas Peternakan selalu memantau dan menjaga kondisinya sebelum diserahkannya tubuhnya untuk kebutuhan manusia. Sebagian orang yang bekerja untuk kebutuhan itupun masih mengucap syukur saat melakukan tugasnya. Bahkan ada yang mengelus punggungnya dan menepuk-nepuk kepalanya sebagai ungkapan terimakasih. Anjing-anjing ini dilibas dengan keji seolah mereka bukan ciptaan Tuhan.
Saya mohon dengan sangat bantuan dari Bapak Sultan untuk membantu menghentikan perdagangan ini.  Dan harapan saya adalah Wilayah Yogyakarta akan menjadi wilayah yang bebas dari kekejaman ini.  Apabila ada kata-kata yang kurang pantas saya mohon maaf sebelumnya. Terima kasih.

Cerita mahasiswa Universitas  Negeri Solo yang di muat di Kompasiana


Saya mengetahui hal ini juga tidak sengaja, saat ramai-ramainya Pemilihan Walikota di Solo, tahun 2005, kebetulan saya ngobrol di rumah salah satu teman, yang dekat dengan tempat penjagalan anjing. Awalnya saya heran, kok mulai pukul 02.00 dini hari, selalu ada lolongan anjing, tapi tidak panjang, kemudian terdiam, selang beberapa saat terdengar lagi. Kata teman saya, suara itu dari tempat penjagalan anjing. 

Cara membunuhnya, Kepala anjing itu dikepruk pakai kayu, kemudian anjing tersebut diikat dalam karung, di masukkan (dilelebke) ke sungai, sampai mati. Hal ini dimaksudkan supaya darah anjing tersebut tidak keluar, sehingga dagingnya lebih gurih. Dalam sehari, di tempat penjagalan tersebut, tidak kurang dari 30 ekor anjing yang dikepruk. Saya agak bergidik membayangkan, sebab kalau model menyembelih anjing dengan jalan “ngepruk kepala” kemudian “menenggelamkan” saya pernah memergoki pelaku pengeprukan ini di jembatan di belakang kampus Pertanian, saat jalan-jalan sehabis sholat shubuh. Seseorang sedang memasukkan anjing yang sekarat ke dalam karung, kemudian menenggelamkannya di jembatan belakang Fakultas Pertanian.
Perlunya pengawasan supaya dalam penjagalannya, anjing-anjing tersebut diperlakukan lebih “manusiawi”, tidak dengan model penyiksaan seperti itu. Seperti yang juga pernah saya dengar, katanya dalam penyembelihan babi, ada juga yang dengan cara menusuk leher babi dengan besi panas, sehingga aliran darah ke otak terhenti kemudian mati, tapi darah tidak keluar dari tubuh. Cara ini sekali lagi katanya untuk mempertahankan cita rasanya. Namun, apakah hanya sekedar untuk memenuhi “syahwat lidah” ini kemudian manusia punya hak untuk menyiksa ?

Curhat seorang blogger di JalanSutra                                                                                                 

Koran Tempo Minggu kemarin memuat foto-foto tempat penjagalan anjing. Saya lupa di rubrik apa, saking langsung keder, pokoknya di halaman ke-3 dari  belakang. Foto-fotonya mengerikan, sadis. Salah satunya adalah foto yang menampakkan anjing-anjing masih hidup dibungkus karung, hanya kepala mereka yang kelihatan, dengan moncong diikat tali, digeletakkan bertumpukan begitu saja.
Yang bikin saya menangis adalah di hadapan anjing-anjing itu tampak wadah besi kosong, dengan ceceran darah di dekatnya. Saya sedih sekali membayangkan betapa ngerinya perasaan anjing-anjing itu, melihat teman mereka dijagal di depan mata tanpa mereka bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan diri.   Saya tidak tahu bagaimana keadaan di tempat jagal sapi, yang terus terang  dagingnya memang saya makan. Mungkin saja sesadis tempat jagal anjing ini. Tapi saya kok miris banget ya lihat foto-foto kemarin itu.... Saya menyesal melihat foto-foto mengerikan tersebut, soalnya sampai hari ini masih terbayang.
Dari cerita seorang saudara dan teman  mengatakan kalau disekitarnya ada peternakan anjing yang memang khusus untuk suplai ke lapo-lapo pedagang sengsu. Dari anjing –anjing ini tentunya tidak semua  sehat ada beberapa kali kasus yang terkena parvovirus sehingga anjing ini  kejang dan kaku badannya. Setelah sekarat anjing ini akhirnya di sembelih.  Bayangkan bagaimana mungkin dari daging yang sudah sakit terkena virus bisa menyehatkan badan kita. Mungkin belum ada kasus keracunan tapi kita tidak tahu efek jangka panjang dari konsumsi daging yang seperti ini.

Cerita lain berasal dari penulis terkenal Alberthine Endah yang juga seorang animal rescuer, dari cerita beberapa rekannya terungkap kalau ada anjing-anjing hidup yang menjadi bahan praktikum anak-anak FKH,  setelah di udel-udel dan mungkin di suntik (dengan beberapa obat percobaan) badannya, konon setelah itu anjing-anjing ini dijual ke lapo-lapo sengsu dalam keadaan sekarat. Bayangkan penderitaan mereka !!!!! Tegakah kita yang dikaruniai akal dan budi ini memuaskan nafsu duniawi diatas penderitaan anjing-anjing ini.

Apa yang sebaiknya kita perbuat???
  • ·         Hentikan makan daging anjing ini, terlebih  jangan beli dari  lapo-lapo penjual sengsu karena mereka  ini  disuplai dari rumah penjagalan hewan yang kejam
  • ·         Yang terakhir : bukan kah dalam ajaran yang kita yakini, selalu didenggungkan tentang ajaran kasih??? Kalau kita bisa mengasihi sesama kita, harusnya kita juga mengasihi mahluk hidup lain sesama ciptaan Tuhan.  Jika permintaan konsumsi daging anjing ini bisa turun atau malah hilang sama sekali, bisa dipastikan rumah-rumah penjagalan anjing yang kejam ini juga  akan tutup. Dan kita secara tidak langsung berkontribusi  dalam pencegahan penyebaran rabies.


Sabtu, 25 April 2015

Lingkungan Paulus PERAK akhir th 80an

Pas bongkar-bongkar ternyata nemu foto ini.....

Seingatku ini Natalan yang bertempat dirumah ibu Endang Sumaryo(Endang Mebel)...sekitar th 1988 -1990 .......... ternyata dulu aku sempat ikutan dance juga......... dan sekarang sudah tua...hehehe......


Tapi aku sudah lupa itu Romo (foto yang paling atas) namanya siapa ya?????